Polda Jatim: Pengedar Sabu Asal Malaysia Salah Satunya Ibu Rumah Tangga

  Jumat, 08 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Polda Jatim: Pengedar Sabu Asal Malaysia Salah Satunya Ibu Rumah Tangga

GAYUNGAN, AYOSURABAYA.COM - Direktur Reserse Narkoba (Dirreskoba) Polda Jatim Kombes Pol Hanny Hidayat menjelaskan, pihaknya bersama Bea dan Cukai Tanjung Perak Surabaya telah membongkar kasus penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu.

Hanny membeberkan, mulanya para personelnya memperoleh laporan dari Bea dan Cukai Tanjung Perak Surabaya terkait akan adanya penyelundupan narkoba yang diselipkan dalam termos. Tetapi, aksi penyelundupan itu gagal usai barang haram itu melewati proses screening di mesin X-Ray. 

"Dari laporan itu, akhirnya dikembangkan. Kami mengamankan dua tersangka yakni Abidin dan Sanidin," pungkas Hanny saat press release, Jumat (8/1/2021). 

Hanny mengimbuhkan, penangkapan keduanya saat berada di Jalan Diponegoro, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura. Ia menyebut, kedua pelaku dibekuk terlebih dulu pada tanggal 7 Desember. Dari keduanya, personel Hanny menemukan ribuan gram sabu-sabu.

"Dari kedua tersangka, Sanidin dan Abidin, kami menyita 2.040 gram sabu," tegas dia sembari menunjukan barang bukti sabu-sabu di Ruang Bidhumas Polda Jatim. 

Tak berhenti sampai disitu, dihari yang sama, Hanny dan personelnya menangkap satu tersangka lainnya. Satu tersangka selanjutnya merupakan seorang ibu rumah tangga bernama Siti Khotijah. Hanny menyatakan, Siti dibekuk di depan bengkel mobil, tepatnya di Jalan Desa Banyusangka, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan, Madura. Kala itu, sambung dia, Siti terbukti membawa barang bukti sabu-sabu seberat 2.029 gram.

"Tersangka Siti Khotijah dikenakan Pasal 114 ayat 2 Subsider Pasal 113 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 Jo. Pasal 132 ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana enam tahun, paling lama 20 tahun penjara," tandasnya.

Kendati demikian, Hanny menegaskan personelnya masih mengembangkan kasus tersebut bilamana ditemukan jaringan atau tersangka lainnya.

Akibat perbuatan itu, keempat pelaku harus merasakan dinginnya sel tahanan Polda Jatim untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar