Atlet Internasional BMX Asal Surabaya Curhat Dampak Pandemi Covid-19

  Sabtu, 09 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Hendri Setyawan 'Bondik' memenangkan podium kedua saat event Live The Noise di Bali tahun 2017. (Dok Pribadi)

SEMAMPIR, AYOSURABAYA.COM -- Pandemi Covid-19 meluluh lantakan berbagai sektor vital di seluruh dunia. Mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga kesehatan. Begitu pula dengan Indonesia yang turut terdampak.

Sejumlah event bulanan hingga tahunan pun banyak yang terpending akibat pagebluk. Salah satu contohnya ada event olahraga ekstrem yang biasanya diselenggarakan di sejumlah daerah dalam tiga bulan hingga enam bulan sekali. Selama pandemi, itu hanya jadi angan-angan saja.

Pun Hendri Setyawan. Atlet Bicycle Motocross (BMX) Freestyle itu juga mengeluh-eluhkan kondisi yang tak biasa ini. Ia berucap, pandemi menghentikan kegiatannya dalam berolahraga untuk melatih trik. Selama pandemi, pria yang akrab disapa Bondik itu menyebut tak ada event atau tanggapan sama sekali. Sawerannya kering kerontang. "Nggak ada sama sekali, kan mengikuti anjuran pemerintah," terang Bondik kepada Ayosurabaya.com, Sabtu (9/1/2021).

AYO BACA : Ini Dia Ponsel Antibakteri Pertama di Dunia

Bondik merasa, kondisi yang tak wajar ini membuatnya tak bisa leluasa seperti sebelumnya. Event yang biasa ia jadikan alternatif untuk menambah pundi-pundi rupiah pun sudah tak ada. Ia mengaku hanya bergantung pada pekerjaannya sehari-haru, yakni montir sepeda motor dan bubut mesin. "Ya kalau ada event kan ada tambahan pemasukan to," lanjut dia.

Ia ingin serangkaian event di Indonesia dan mancanegara dapat segera pulih. Bondik pun ingin generasi penerusnya dapat lebih giat berlatih pasca pandemi. Harapannya, agar dapat membanggakan keluarga dan kota mereka. "Setelah pandemi kudu lebih giat latihannya, biar lebih mantep pas lomba," harapnya lalu menunjukan piala tingkat nasional saat di kediamanya di Jalan Semampir Surabaya.

Kendati ia telah memenangkan sejumlah perlombaan tingkat lokal, nasional, hingga internasional, ia masih rendah hati. Ia merangkul seluruh kalangan dan bersikap selayaknya lelaki seusianya. Tak terlihat kata-kata dan sikap jumawa darinya. Ia pun berpesan agar rekan-rekan sejawatnya yang memiliki hobi yang sama agar tak menggantungkan hidup pada BMX. Menurutnya, hal tersebut bisa sangat berat dan berdampak pada perekonomian mereka. "Kalau seperti ini (pandemi Covid-19) tidak bisa dijagakan (event BMX), harus ada sambian (pekerjan/sampingan)," pinta lulusan SMK PGRI 1 Surabaya itu.

AYO BACA : Dokter: Jangan Olahraga Berlebihan Saat Pandemi

Bondik lantas mengharap pemerintah untuk lebih peduli pada warga yang terdampak pandemi, baik dari segi ekonomi maupun kesehatan. Pasalnya, ia mengaku belum memperoleh uluran bantuan kendati ia pernah mengharumkan nama kota dan negaranya di kancah internasional. Namun, Bondik hanya pasrah. Ia tak melulu mengharap belas kasih dan memilih untuk mencari pendapatan tambahan dari sejumlah hal. Menjadi montir sepeda motor misalnya.

Dari pekerjaannya sebagai montir sepeda motor, ia mengaku cukup senang. Sebab, hasil dari sejumlah motor garapannya tak hanya memberikan upah untuk menyambung hidup saja. Bondik menjelaskan, motor garapannya juga sering memperoleh prestasi. Seperti para pemilik yang kerap mengikutkan garapannya ke beberapa event drag race saat di Gelora Bung Tomo (GBT), Benowo, Surabaya sebelum pandemi. "Wah, ya seneng, bangga, garapan saya bisa menang lomba juga," katanya sembari tersenyum.

Ia mengaku, hasil tersebut bukan hanya hasil buah tangannya saja. Bondik menyebut prestasi dari sejumlah kemenangan sepeda motor itu adalah hasil kerja keras dan skill tim sesama montirnya di Driyorejo, Gresik. "Ini kan hasil bersama, digarap bareng-bareng, saya cuma membantu," tutur dia merendah.

Putra pertama dari Ibu Yuheni itu pun berharap negara Indonesia segera bangkit dari pandemi. Ia ingin masyarakat dapat segera beraktivitas secara normal. Pun dengan virus asal Wuhan, China segera hilang dari peradaban.

Bondik menyebut, selama pandemi terpaksa menghentikan niat untuk bersepeda. Selain tak ada event untuk diikuti, beberapa lokasi latihan seperti di Taman Bungkul dan Skate Park Ketabang Kali masih tak bisa difungsikan. "Sekarang latihannya cuma liat Youtube aja sih," tutupnya lalu tertawa.

Hendri Setyawan 'Bondik' adalah rider atau atlet profesional BMX asal Semampir, Surabaya. Pria berusia 28 tahun dan sepeda BMX kesayangannya itu telah menyabet beragam prestasi dari sejumlah ajang bergengsi, mulai tingkat lokal, nasional, hingga mancanegara.

AYO BACA : Cegah Covid-19 dengan Konsumsi Kunyit! Perhatikan Khasiat dan Cara Mengolahnya

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar