Polrestabes Surabaya Akan Tingkatkan Operasi Yustisi saat PPKM

  Senin, 11 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi--Operasi Yustisi saat PPKM (Pemprov Jabar)

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM -- Kapolrestabes Surabaya Kombes Johnny Eddizon Isir menuturkan, pihaknya bersama Pemkot Surabaya dan TNI dalam rangka Satgas COVID-19 mendukung kebijakan pemerintah terkait kebijakan pemberlakuaan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyrakat (PPKM) di Surabaya yang akan digelar di Jawa-Bali pada 11 hingga 25 Januari mendatang.

Isir menegaskan, untuk mendukung penerapan PPKM di Surabaya, ia bersama Satgas Covid-19 akan meningkatkan operasi yustisi.

\"Kami mendukung secara total terkait kebijakan pemerintah seiring dengan keluarnya keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 tahun 2021 terkait dengan PPKM,\" terang Isir kepada awak media di Mapolrestabes Surabaya, Senin (11/1/2021).

AYO BACA : Speed Boat Terbalik di Perairan Timur Sumenep

Isir menambahkan, dalam PPKM ada beberapa kriteria yang menjadi acuan. Maksud Isir yakni seperti tingkat penyebaran melebihi tingkat nasional, tingkat kematian melebihi angka nasional, dan tingkat Bed Occupancy Rate (BOR) di fasilitas atau rumah sakit melebihi 60%.

\"Dalam hal ini kami sudah berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya dalam kerangka Satgas (COVID-19) dan juga rapat virtual dengan Pemprov Jatim, disini kita akan melakukan penengakan aktivitas warga,\" sambung dia

\"Jadi, ada pembatasan terkait opersional pusat perbelajaan dan Mall sampai pukul 19.00 WIB. Dari pemerintah kota juga sudah memberikan surat pemberitahuan kepada pengelola yang ada dikota Surabaya untuk mematuhi,\" timpalnya lagi.

AYO BACA : Malang Betul, Bocah 11 Tahun Tenggelam Saat Cari Ikan di Sungai

Namun, untuk pelaku usaha lain diluar pusat perbelanjaan, Isir menegaskan pihaknya akan melakukan penindakan sesuai aturan Perwali Nomor 67 tahun 2020.

\"Disana jelas diatur terkait pembatasan aktivitas sampai pukul 22.00 WIB. Yang jelas kita akan berupaya meningkatkan protokol kesehatan. Jadi operasi yustisi akan kita tingkatkan secara frekuensi maupun secara kwalitas. Artinya titik keramian yang menjadi interaksi warga yang sudah kita petakan dan identifikasi akan kita jadikan prioritas sasaran,\" ujar Polisi dengan tiga melati dipundaknya itu.

Demikan pula pada penindakan terhadap pelaku pelanggaran protokol kesehatan. Isir menjelaskan, hal itu telah diatur dalam Perwali 67. Menurutnya, dalam aturan itu pun diatur ke pelaku usaha dan ada pemberatan denda administrasi.

\"Artinya, di jumlah dendanya makin diperberat. Kemudian dari sisi pelaksaannya sederhana, ini akan memudahkan kami bersama Satpol PP Kota Surabaya dan Korem Bhaskara Jaya,\" tutur dia.

Sebelumnya, PSBB akan diberlakukan lagi di sejumlah daerah di Indonesia. Begitu pula dengan Pulau Jawa dan Bali. Usai pengumuman kala itu, selanjutnya istilah PSBB diganti dengan PPKM. PPKM di Jawa-Bali akan diberlakukan pada hari ini, Senin (11/1/2021) hingga 25 Januari 2021 mendatang.

AYO BACA : Niat Selamatkan Teman, Sukamto Tewas Kesetrum

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar