Hari Pertama PPKM: Petugas Gabungan Lakukan Sosialisasi, Banyak Pengendara Putar Balik

  Senin, 11 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Hari Pertama PPKM, Petugas Gabungan Lakukan Sosialisasi Hingga Banyak Pengendara Putar Balik. (Ayosurabaya.com/Praditya)

GAYUNGAN, AYOSURABAYA.COM -- Ayosurabaya.com mengunjungi beberapa titik perbatasan di Surabaya dalam pemberlakuan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Senin (11/1/2021) pagi.

Saat hari pertama penerapan PPKM, penyekatan kendaraan nampak terlihat di 3 titik perbatasan, seperti di Jalan Bundaran Waru, Merr, sampai Osowilangin.

Sekitar pukul 06.45 WIB, kawasan Bundaran Waru, atau tepatnya di depan Mall City of Tomorrow (Cito), terlihat mulai ada aktivitas penyekatan kendaraan. Penyekatan kala itu untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

Sekitar belasan hingga puluhan petugas Satlantas Polrestabes Surabaya tengah berjaga di 3 titik tersebut beserta Water barier dan rambu-rambu hingga poster imbauan menggunakan masker.

Saat Ayosurabaya.com berada di lokasi, terlihat penyekatan dibagi menjadi dua. Yang pertama, untuk kendaraan roda dua dilewatkan melalui Jalur Frontage dan roda empat melalui jalur utama Jalan Ahmad Yani Surabaya.

Ujar salah satu petugas Satlantas Polrestabes Surabaya yang berada di Budaran Waru Surabaya, ia mengimbau untuk pengguna jalan yang bukan warga Surabaya untuk berputar balik. "Bagi pengguna jalan yang bukan warga Surabaya tidak memiliki kepentingan, silakan berputar balik. Karena Surabaya mulai menerapkan PPKM," ujar dia kepada Ayosurabaya.com, Senin (11/1/2021)

AYO BACA : Pemkot Surabaya Larang Prasmanan Saat Hajatan!

Dalam penerapan PPKM hari pertama ink, pola penyekatannya nampak tak jauh berbeda dengan PSBB. Tetapi, tak ada penindakan. Mainkan, petugas hanya mengawasi pengendara yang tak mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Sejumlah pengendara roda dua juga terlihat salah jalur. Tak sedikit yang menerobos jalur utama yang seharusnya diperuntukan bagi roda empat. Saat itu, tak sedikit pula yang diputar balikkan menuju frontage Ahmad Yani.

Disisi lain, petugas Satpol PP tetap menjalankan penindakan Perwali Nomor 67 tahun 2020 bagi warga yang tak mengindahkan prokes. Saat AyoSurabaya.com berada disana, sedikitnya ada sekitar 8 kendaraan roda dua yang terjaring. Kedelapan pengendara itu tak menggunakan masker. Selanjutnya, para pelanggar prokes langsung diberi surat tilang dan KTP disita

"Karena tidak menggunakan masker, KTP disita. Tolong kedepan maskernya dipakai," ungkap salah seorang Satpol PP Kota Surabaya di Bundaran Cito.

Untuk pelanggar prokes, akan dikenakan denda administratif senilai Rp 150 ribu sesuai Perwali nomor 67 tahun 2020. Untuk mekanismenya, para pelanggar diwajibkan membayar via transfer yang selanjutnya masuk dalam kas daerah. Usai membayar, para pelanggar prokes diminta menujukan bukti membayaran untuk mengambil KTP. Tetapi, bila dalam waktu yang ditentukan belum memproses, maka KTP para pelanggar yang belum menyelesaikan sanksi itu akan dikenakan blokir oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil).

KBO Satlantas Polrestabes Surabaya, AKP M. Su'ud membenarkan terkait pemberlakuan PPKM di Surabaya yang dimulai hari ini. Ia menjelaskan, pihaknya bersama TNI, Satgas Covid-19, beserta Pemkot Surabaya masih melakukan sosialisasi kepada pengguna jalan.

AYO BACA : Diguyur Hujan, Jalan Raya Kota Sampang Tergenang

"Ini hari pertama pemberlakukan PPKM, kita action, dalam arti mengimbau memberitahukan kepada masyarakat bahwa Surabaya sudah menerapkan PPKM," sebut Su'ud saat dijumpai di Bundaran Waru, Surabaya.

Su'ud mengimbuhkan, di hari pertama pihaknya masih melakukan sosialisasi. Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan teguran kepada masyarakat yang abai prokes, seperti tidak menggunakan masker saat berkendara.

"Hari pertama masyarakat juga belum tahu, kita action di sini sudah ada pemberlakuan PPKM. Pengedara buka kaca pakai masker silakan jalan," tandas Su'ud.

"Hari-hari berikutnya akan ditanya, apalagi kendaraan plat luar kota jika keperluannya hanya jalan-jalan akan dikembalikan," imbuh dia.

Menurutnya, penerapannya PSBB dan PPKM hampir serupa.

"Sebetulnya, hampir sama, nanti penerapan berikutnya, seperti kapasitas mobil akan diperhatikan. Sekarang masih tidak, hanya sosialisasi. Hari berikutnya akan diperhatikan (penindakan)," paparnya.

Kata Su'ud, terkait pemeriksaan kendaraan di Bundaran Waru, masih dalam tahap sosialisasi tentang PPKM. Rencananya, imbuhnya, dalam hari-hari berikutnya akan akan dilakukan penindakan, misalnya ada kendaraan dari luar kota dengan kapasitas banyak akan diputar balikkan, hingga tes usap atau swab test dilokasi.

"Setiap hari akan kita lakukan evaluasi. Kami akan mendata hari pertama kendaraan yang masuk jumlahnya. Tentunya kalau secara rasional, kalau masyarakat sudah tahu adanya PPKM, trennya menurun arah kendaraan masuk (ke Surabaya). Makanya kita data, ada pemantauan CCTV Dishub nanti akan menghitung berapa kendaraan yang masuk," tutupnya.

AYO BACA : Kuota Penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan Termin 3 Bakal Berkurang? Cek Statusmu di Sini!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar