Polda Jatim akan Sasar Sejumlah Lokasi Selama PPKM

  Senin, 11 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Grafis PPKM

GAYUNGAN, AYOSURABAYA.COM--Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko menjelaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Gatot mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat analisa dan evaluasi dengan Forrkopimda Jatim dan jajarannya terkait pelaksanaan PPKM pada tanggal 11 hingga 25 Januari 2021. Ia mengungkapkan, pihaknya mendukung pelaksanaan PPKM di Jatim.

"Kebijakan yang diambil Polda Jatim, prinsipnya beliau (Kapolda Jatim) mendukung pelaksanaan PPKM, kemudian pembentukan Satgas PPKM sudah dicanangkan," terang Gatot kepada awak media, Senin (11/1/2021).

Gatot menambahkan, Forkopimda dari 13 kabupaten / kota yang terlibat dalam PPKM telah menyepakati beberapa poin. Yang pertama, kata Gatot, membentuk PPKM bersama instansi terkait. Kedua, melaksanakan patroli pengecekan kepatuhan PPKM dengan sasaran pusat perbelanjaan, tempat hiburan, resto, hotel, dan beberapa target yang termasuk dalam sasaran. Tiga, Satgas pencegahan bertugas sebagai pengawas prokes. Keempat, Polda Jatim memberikan backup pada Satuan Wilayah (Satwil) di beberapa tempat.

"Kota surabaya kan melakukan penyekatan di 3 titik (Waru, Osowilangun, dan Merr), tujuannya untuk mengurangi penyebaran Covid-19 dan menurunkan angka kematian, itu targetnya," sambungnya.

Terkait durasi operasional sejumlah lokasi, Gatot menjelasakan jamnya mengacu pada surat keputusan Gubernur Jatim.

"Mengacu pada Surat Keputusan Gubernur Jatim yang menyatakan bahwa menindaklanjuti dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), jam 07.00 sampai jam 19.00 WIB," tandasnya.

Namun, sambung Gatot, kebijakan dari Kapolda Jatim terkait patroli kepatuhan tetap dilaksanakan pihaknya sesuai hal tersebut. Ia menyebut, saat tengah berpatroli dan menemukan ada lokasi yang tidak mematuhi regulasi yang ada, pihaknya bersama Satgas dan instansi terkait akan menindaknya.

Kendati demikian, Gatot mengungkapkan tidak ada larangan untuk membuka atau mengoperasionalkan fasilitas umum (fasum). Ia menegaskan, hanya saja tidak boleh ada kerumunan dalam hal itu.

"Fasum yang memang menjadi hal penting dan dibutuhkan masyarakat tetap bisa dibuka, tapi jangan sampai menjadi titik kerumunan. Kami akan cek dengan Satgas Covid pukul 20.00 WIB, sudah tidak boleh ada kegiatan, itu pasti kami laksanakan. Sanksi bagi pelanghar mulai dari teguran, denda, dan tes antigen ditempat. Bila ada yang positif langsung dibawa ke isolasi," terang dia.

"Jadi, jam 20.00 WIB kami akan mengecek beberapa tempat, apakah masih buka atau tidak, mulai dari tempat ibadah, pusat perbelanjaan, tempat makan, dan lain-lain," tutupnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar