Kisah Driver Taksi Laut, Bertahan di Era 4.0 Hingga Mampu Kuliahkan Buah Hati

  Selasa, 12 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Amin Asmuni (51), bersama sejumlah rekannya menunggu penumpang taksi laut di perairan Tanjung Perak Surabaya, Selasa (12/1/2021). (Ayosurabaya.com/Praditya)

TANJUNG PERAK, AYOSURABAYA.COM -- Selain di darat, ada pula taksi yang berada di laut. Seperti namanya, taksi laut beroperasi di perairan. Teritorialnya mencakup sekitaran Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, seperti Alur Pelayaran Timur Surabaya (APTS), Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), dan sekitarnya.

Usut punya usut, taksi laut beroperasi sejak lama. Data yang diperoleh Ayosurabaya.com menyebutkan, taksi laut beroperasi sedari 1960. Bahkan, ada pula yang sudah berjalan beberapa tahun pasca kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Pada Selasa (12/1/2021) pagi, Ayosurabaya.com menghampiri para driver taksi laut di Kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Kota Surabaya. Tapi jangan salah kaprah, sebab taksi laut berbeda dengan perahu tambangan yang pernah kami ulas sebelumnya, dimana dalam pengoperasiannya bergantung pada seutas tali tali tampar dengan pengamanan seadanya dan dermaga mini custom.

Sedangkan, pada taksi laut kendaraan beroperasi di laut, hanya melayani pengantaran dan penjemputan Anak Buah Kapal (ABK) untuk merapat ke tengah laut dan sebaliknya. Salah satunya adalah saat kapal dari para ABK tengah lego jangkar atau berhenti di tengah laut dengan suatu alasan tertentu.

AYO BACA : Kapal Perang Ini Bakal Derek Puing Pesawat, Benarkah Ada Penumpang Selamat Sriwijaya Air?

Ia memaparkan, kapalnya juga dapat mengangkut material atau bahan untuk memperbaiki kapal. Sebut saja, plat baja hingga perbekalan serta kebutuhan kapal. Memurutnya, taksi laut miliknya berkapasitas muatan hingga 13 ton.

Salah satu driver taksi laut, yakni Amin Asmuni membenarkan pengantar tersebut. Amin mengaku memiliki beribu pengalaman terkait profesinya itu. Tak heran, Asmuni telah mengabdi pada profesinya selama 43 tahun.

Asmuni menjelaskan, untuk tarif yang dibandrolnya menyesuaikan jarak tempuh. Bila hanya berada di sekitaran Tanjung Perak Surabaya, Asmuni menyebut hanya membebankan biaya sekitar Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per orangnya. Begitu pula dengan barang bawaan yang menyertai. Namun, bila jarak yang ditempuh jauh, sebut saja disekitar Pulau Karang Jamuang hingga perairan Gresik, Jatim, penumpang akan dikenakan biaya mulai Rp 200 hingga Rp 250 ribu.

Sebelum pandemi, ia mengaku profesi yang digelutinya cukup menggiurkan. Kendati tak menyebut secara detil berapa omset yang diperolehnya, Asmuni mengaku penghasilannya bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan, kedua buah hati Amin bisa mengenyam bangku perkuliahan hingga sarjana.

AYO BACA : Harimau Berkeliaran di Hutan Pinus Gunung Wilis Tulungagung

"Anak saya sudah lulus kuliah, sekarang bekerja,” sebutnya.

Sedari ia melakoni pekerjaannya sebagai juru kemudi taksi laut, ia menegaskan tak banyak perubahan yang dialami. Namun ia terus bersyukur lantaran tak merasakan beban yang teramat sangat saat bekerja. Ia menyebut, sudah ada beberapa rekan sejawatnya yang memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan tersebut. Kini, kata Asmuni, kapal yang ada disana sekitar 30an saja.

"Disini (Dermaga Roro, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya) ada 30-an (jumlah armada taksi laut) aja," beber pria berusia 51 tahun itu, Selasa (12/1/2021).

Asmuni menambahkan, ia dan sejumlah rekannya tak hanya mengantarkan ABK dan material kapal saja. Asmuni menyebut, jasa taksi laut juga dapt mengantarkan masyarakat yang ingin mencicipi sensasi memancing di laut. Kendati demikian, Asmuni menerangkan ia juga tetap menerapkan protokol keselamatan dalam perjalanan, seperti menyiapkan pelampung dan tak berlabuh saat angin atau cuaca sedang buruk.

Namun, Asmuni mengaku prihatin dengan kondisi Pandemi Covid-19. Menurutnya, dampak pandemi begitu hebat, mampu menurunkan pendapatannya kendati tak begitu signifikan.

"Apalagi pas kondisi gini (pandemi Covid-19). Tapi alhamdulillah, setiap hari ada saja ABK yang minta diantar ke daratan dan sebaliknya," sambung pria yang telah melakoni 43 tahun profesi sebagai juru kemudi taksi laut.

AYO BACA : Jangan Keluar Rumah Sendiri Saat PPKM!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar