Gubernur Jelaskan Alasan SDM Kesehatan Jadi Prioritas Vaksinasi di Jatim

  Selasa, 12 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (Pemprov Jatim)

KREMBANGAN, AYOSURABAYA.COM -- Setibanya vaksin Covid-19 di Surabaya pada Senin (4/1/2021) siang, Jawa Timur disebut memperoleh jatah sebanyak 77.760. Terkait hal itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, vaksin itu diprioritaskan untuk Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan.

Ia menyebut, bila satu orang harus menjalani vaksinasi sebanyak dua kali, maka tahap pertama hanya 38.880 SDM kesehatan Jatim yang memperoleh jatah vaksin tersebut. Mengingat, jumlah SDM kesehatan di Jatim sebanyak 196.459 orang. Sehingga, sambung Khofifah, vaksin Covid-19 pada gelombang pertama itu baru cukup untuk 19,79 persen SDM kesehatan di Jatim

AYO BACA : Kapal Perang Ini Bakal Derek Puing Pesawat, Benarkah Ada Penumpang Selamat Sriwijaya Air?

"Prioritas tahap pertama ini untuk SDM kesehatan. Nah tahap pertama ini, vaksin yang kami terima berjumlah 77.760. Artinya distribusi vaksin tahap pertama  ini cukup untuk 38.880 orang," pungkas Khofifah melalui siaran tertulis, Selasa (12/1/2021).

Khofifah menambahkan, alasan SDM kesehatan menjadi sasaran prioritas utama dalam distribusi vaksin pada gelombang pertama itu karena para tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam pelayanan, penanganan, dan penanggulangan Covid-19 di Jatim.

AYO BACA : Harimau Berkeliaran di Hutan Pinus Gunung Wilis Tulungagung

Disisi lain, perihal, kesiapan pelaksanaan vaksinasi, Khofifah memaparkan seluruh sarana dan prasarana dinyatakan siap. Menurutnya, total sebanyak 2.404 vaksinator siap melakukan imunisasi vaksin Covid-19. Khofifah menegaskan, jumlah itu akan kembali ditambah dengan melakukan pelatihan untuk 73 angkatan. Sedangkan, setiap angkatan terdiri dari 100 calon vaksinator.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Ayosurabaya.com menyebut, pelatihan untuk penambahan tenaga vaksinator akan dilakukan dalam 19 gelombang.

Secara spesifik, di 968 Puskesmas ada 2.904 orang. Pada 435 rumah sakit total 4.350 orang. Usai pelatihan, jumlah vaksinator akan bertambah 7.254 orang dengan kondisi yang telah bersertifikat.

"Saya masih minta Kadinkes memastikan bahwa kondisi almari pendingin dan termos pembawa vaksin dalam keadaan baik. Jika dalam seminggu ini ada yang rusak maka harus segera diganti agar vaksin aman," tandas mantan Menteri Sosial Republik Indonesia itu.

Perihal rantai dingin atau cold chain untuk distribusi vaksin, Khofifah menjelaskan bila pengukur suhu, cool room, lemari es, hingga vaccine carrier sudah siap se-Jatim hingga tingkat kabupaten/ kota.

AYO BACA : Jangan Keluar Rumah Sendiri Saat PPKM!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar