Jenazah Korban Sriwijaya SJ-182 Fadly akan Dimakamkan di TPU Keputih Surabaya

  Rabu, 13 Januari 2021   Rizma Riyandi
Sumarzen Marzuki (63 tahun) (kanan) ayah dari Fadly Satrianto yang menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dengan nomor SJ-182 saat menggelar konferensi pers di Surabaya, Jawa Timur pada Rabu (13/1). Sumarzen sudah menerima kabar jenazah anaknya telah teridentifikasi dan sedang mengurus pengembalian jenazah melalui perwakilan keluarga di Jakarta. (Republika)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Sumarzen Marzuki (63), ayah dari Fadly Satrianto (salah satu korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182) mengungkapkan, jenazah sang anak akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih, Sukolilo, Surabaya.

Dilansir dari Republika.co.id, Sumarzen menyatakan, dipilihnya TPU Keputih atas keinginan keluarga. Mengingat rumah kakak-kakak dan nenek almarhum, berada tidak jauh dari area pemakaman tersebut.

AYO BACA : Ini Dia Ponsel Antibakteri Pertama di Dunia

"Nanti pemakamannya di Keputih, Sukolilo, titiknya sudah dapat di blok AA. Keinginan kami dimakamkan di sana karena supaya dekat dengan kakak-kakaknya kan rumahnya di sana. Neneknya juga di dekat-dekat situ," ujar Sumarzen saat menggelar konferensi pers di kediamannya, Jalan Tanjung Pinang nomor 72A, Surabaya, Rabu (13/1).

Bak gayung bersambut, keinginan itu pun mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Dimana dari pihak Pemkot Surabaya, kecamatan, hingga kelurahan telah mencarikan titik untuk tempat memakamkan jenazah. Sumarzen berharap jenazah sang anak bisa segera diterbangkan ke Surabaya, untuk kemudian dimakamkan.

AYO BACA : Dokter: Jangan Olahraga Berlebihan Saat Pandemi

Sumarzen melanjutkan, setibanya di Surabaya, jenazah sang anak tidak akan langsung dimakamkan. Melaikan akan dibawa sejenak ke rumah duka. Setelah itu akan disholatkan di Masjid Al-Ikhlas yang tak jauh dari rumah duka. Kemudian selanjutnya dibawa ke TPU Keputih, Sukolilo, untuk dimakamkan.

"Dari Bandara Juanda nanti akan bawa ke Perak (rumah duka di Tanjung Perak) sini. Nanti disholatkan di masjid Al-Ikhlas dekat sini. Tapi ndak lama-lama," ujar Sumarzen.

Sumarzen menegaskan pihak keluarga akan sangat berhati-hati saat datangnya jenazah sang anak, agar tidak menimbulkan kerumunan yang dikhawatirkannya akan menimbulkan klaster penyebaran Covid-19. Termasuk saat proses mensholatkan jenazah, Sumarzen menegaskan akan menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Tapi kita hindari kerumunan terapkan protokol kesehatan supaya tidak menimbulkan klaster (penyebaran Covid-19)" ujar Sumarzen.

AYO BACA : Cegah Covid-19 dengan Konsumsi Kunyit! Perhatikan Khasiat dan Cara Mengolahnya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar