SIRIWIJAYA AIR JATUH: Jasa Raharja Beri Santunan ke Keluarga Fadly Satrianto

  Rabu, 13 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
PT Jasa Raharja (Persero) memberikan santunan kepada keluarga korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Fadly Satrianto. (Ayosurabaya.com/Praditya Rahman)

KREMBANGAN, AYOSURABAYA.COM--Masker yang dikenakan Sumarzen Marzuki tak bisa menutupi kesedihan yang dialaminya. 

Terang saja, ia baru saja kehilangan salah satu putranya, Fadly Satrianto dalam tragedi pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada Sabtu (9/1/2021) lalu.

Namun, takdir berkata lain. Jenazah Fadly telah ditemukan dan berhasil diidentifikasi pada Selasa (12/1/2021) malam kemarin.

Namun, pemerintah tak tinggal diam dengan kesusahan yang dialami Fadly. Pada Rabu (13/1/2021) pagi, pemerintah melalui PT Jasa Raharja (Persero) memberikan santunan kepada keluarga korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Fadly Satrianto. Saat itu, keluarga Fadly yang diwakilkan Sumarzen menerima santunan senilai Rp 50.000.000.

Secara simbolis, santunan diberikan langsung oleh Kepala Cabang PT Jasa Raharja (Persero) cabang Jawa Timur Suhadi saat berada di rumah korban, tepatnya di Jalan Tanjung Pinang Surabaya.

"Dana santunan langsung kami proses setelah tim DVI Mabes Polri mengumumkan kepastian identitas korban Selasa kemarin," ujar Suhadi kepada awak media, Rabu (13/1/2021).

Ia menambahkan, jumlah santunan korban yang diberikan sesuai peraturan menteri keuangan nomor 15 tahun 2017 senilai Rp 50.000.000. 

"Dana santunan sudah ditransfer ke rekening ahli waris," imbuh dia.

Gayung bersambut, Marzuki mengucapkan terima kasih kepada pihak Jasa Raharja terkait dana santunan yang diberikan. Begitu pula dengan sejumlah tim gabungan yang telah menemukan dan dapat mebgidentifikasi jenazah putranya tersebut.

"Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak, selain Jasa Raharja, juga Basarnas, Polisi juga TNI Angkatan Laut," tandas Marzuki.

Sebelumnya, jenazah Fadly Satrianto berhasil diidentifikasi pada Selasa (12/1/2021) kemarin. Jenazah Fadly berhasil teridentifiasi bersama 2 jenazah lainnya atas nama Asy Habul Yamin dan Khasanah.

Ketiganya dapat terindentifikasi berkat pencocokkan data antemortem dan postmortem sidik jari.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar