Pengrajin Tempe Wonocolo Berikan Panduan Membuat Tempe Handmade

  Kamis, 14 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Para perajin tempe di Kecamatan Wonocolo, Surabaya. (Ayosurabaya.com/Praditya)

WONOCOLO, AYOSURABAYA.COM -- Biasanya, masyarakat lebih memilih tempe sebagai lauk-pauk sehari-hari. Selain murah dan nikmat, tempe juga menjadi makanan wajib bagi mayoritas masyarakat di Indonesia, terutama bagi masyarakat kalangan menengah kebawah.

Namun, apakah anda tahu bagaimana proses pembuatan tempe dan apa saja bahan yang diperlukan dalam pembuatannya?

Kamis (14/1/2021) pagi, Koordinator Paguyuban Tempe Wonocolo Surabaya, Sunoto menjelaskan kepada Ayosurabaya.com bagaimana proses pembuatan tempe. Kendati sederhana, namun durasi dan bahan baku yang digunakan tidak bisa dianggap remeh.

Selain mengandalkan kedelai impor yang dianggap kualitasnya jauh lebih bagus dibanding lokal, durasi fermentasi kedelai hingga menjadi tempe pun cukup memakan waktu.

Sunoto mengatakan, sudah bukan menjadi rahasia lagi bila kalau tempe menjadi salah satu makanan favorit yang diburu masyarakat. Ia menuturkan, makanan khas Indonesia itu terbuat dari fermentasi biji kedelai. Menurutnya, kedelai yang digunakan hanya kedelai impor dengan kualitas terbaik. \"Kami menggunakan kedelai impor mas, kalau kedelai lokal kualitasnya kurang bagus,\" kata Sunoto sembari menunjukan kedelai impor yang digenggamnya kepada Ayosurabaya.com, Kamis (14/1/2021).

AYO BACA : Ini Dia Ponsel Antibakteri Pertama di Dunia

Dalam proses fermentasi pun, kedelai tentu tidak didiamkan begitu saja. Para pengrajin tempe rumahan kerap menggunakan beberapa jenis jamur, seperti Rh. arrhizus, Rhizopus oligosporus, dan Rh. oryzae atau yang akrab dengan sebutan ragi tempe. Hal itu pun diamini Sunoto.

Sunoto memaparkan, sebenarnya siapapun dapat membuat tempe. Begitu pula dengan kreasi bentuk atau ukuran yang dikehendaki. Akan tetapi, Sunoto menyebut pembuatannya tak semudah memasak dan memakannya. \"Nek nggawene rodok njlimet mas, ngenteni njamure yo rodok suwi (Kalau membuatnya ya agak ribet mas, menunggu proses fermentasinya ya agak lama),\" sambungnya sembari menggaruk kepalanya.

Dalam proses pembuatannya, ujar Sunoto, dibutuhkan beberapa bahan dasar. Mulai dari kacang kedelai, ragi tempe, dan daun pisan atau plastik sebagai pe.bungkusnya.

Sedangkan untuk proses pembuatannya, pertama bersihkan kacang kedelai dengan air mengalir, rendam dalam wadah berisi air. Ketika itu, bisa diketahui mana biji kedelai yang baik atau tidak. \"Lek biji dele sing elek iku ngambang mas, kudu dipisah (kalau biji kedelai yang jelek itu bakal mengapung mas, harus dipisahkan),\" beber dia.

Sunoto menyebutkan, proses yang kedua adalah merendam semalaman atau minimal 8 jam. Selanjutnya, remas-remas hingga kulit ari kedelai terkelupas bersih.

AYO BACA : Dokter: Jangan Olahraga Berlebihan Saat Pandemi

Yang ketiga, persiapkan medium untuk memasaknya, yakni panci. Selanjutnya, rebus kacang dalam air mendidih sekitar 60 menit. Bila volume kedelai dan air lebih banyak, otomatis durasi akan ditambah menyesuaikan kapasitasnya. Bila sudah, angkat kedelai lalu saring dan tiriskan hingga kering secara keseluruhan.

Keempat, lanjur Sunoto, pindahkan biji kedelai ke tatakan atau wadah berukuran lebar. Biarkan hingga biji kedelai mencapai suhu ruang sampai benar-benar kering.

Kelima, taburkan ragi tempe pada kedelai yang kering, kemudian aduk sampai merata pada seluruh bagian. \"Pas ngekek'i ragi karo diudek mas ben roto (kalau memberi / menabur ragi sambil diaduk, biar rata),\" tandasnya.

Selanjutnya, persiapkan daun pisang dengan ukuran sesuai selera. Masukkan biji kedelai, lalu tusuk atau lubangi bungkusnya menggunakan tusuk gigi pada beberapa bagian. Bila sudah, simpan tempe mentah dalam rak atau wadah yang memiliki sirkulasi udara baik. Kemudian tutup menggunakan kain bersih atau bungkus serupa (plastik/daun) serta tidak boleh terkena sinar matahari.

Yang terakhir adalah memfermentasikan ata proses pembusukan kedelai menjadi tempe. Warga Jalan Wonocolo Gang 6 Surabaya itu menuturkan, kedelai harus didiamkan sekitar 2 sampai 3 hari sebelum tempe siap untuk dimasak dan disajikan.

Sunoto menjelaskan, cara tersebut dapat dilakukan oleh semua orang. Namun, harus benar-benar memperhatikan aspek kebersihan dan kesempurnaannya. \"Kudu gak oleh kenek srengenge & kudu resik, lek pengen tempe apik yo kudu gawe dele impor (Tidak boleb terkena sinar matahari dan harus benar-benar bersih, kalau ingin tempe yang bagus memang harus menggunakan kedelai impor),\" tutupnya lalu tersenyum.

AYO BACA : Cegah Covid-19 dengan Konsumsi Kunyit! Perhatikan Khasiat dan Cara Mengolahnya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar