Kasus Covid-19 Surabaya Didominasi Klaster Keluarga, Cegah dengan Cara Ini!

  Selasa, 19 Januari 2021   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Kasus corona Covid-19 di Kota Surabaya didominasi dengan klaster keluarga. Ada 7 langkah untuk mencegahnya. (Pixabay)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM – Klaster keluarga menjadi kasus penyebaran Covid-19 paling dominan di Kota Surabaya, demikian simpulan analisis Satgas Covid-19 Surabaya, berdasarkan hasil penelusuran dan laporan di tingkat kecamatan.

Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, temuan itu merujuk pada hasil tracing yang dilakukan 10 hingga 17 Januari 2021 dengan sample 150 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

"Hasilnya terdapat beberapa faktor yang mengakibatkan seseorang tersebut dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Antara lain kontak erat keluarga dengan persentase 28 persen," ujar Irvan, Selasa (19/1/2021), dikutip dari Republika.co.id.

Irvan mengatakan, berdasarkan analisis yang sama, seseorang diketahui positif Covid-19 karena mempunyai komorbid dan memeriksakan diri ke rumah sakit dengan persentase 24,7 persen. Kemudian, karena habis bepergian dari luar kota yang angkanya 14,7 persen.

Selanjutnya, karena terjadi penularan di tempat kerja sebesar 12,7 persen, setelah dari keramaian atau kerumunan 10 persen, pekerja di rumah sakit atau tenaga medis 7,3 persen, dan sebagai persyaratan perjalanan 2,6 persen.

"Dari 150 sampel kasus terdapat 68 persen orang terkonfirmasi Covid-19 melaksanakan isolasi di rumah atau apartemen, dan 25 persen melaksanakan isolasi di rumah sakit atau tempat yang disediakan oleh pemerintah dan wasta, serta 7 persen di tempat lainnya," kata Irvan.

Irvan mengatakan, berdasarkan hasil analisis, perlu adanya evaluasi terkait dengan pelaksanaan isolasi mandiri di rumah. Sebab, terdapat banyak kasus yang terjadi akibat kontak erat dari keluarga yang terkonfirmasi Covid-19.

Irvan juga menekankan pentingnya penguatan Kampung Wani Jogo Suroboyo untuk memonitor warga yang baru saja bepergian dari luar kota arau luar negeri. Selain itu, perlu juga dilakukan penanganan cepat dengan cara tracing untuk kontak erat pasien terkonfirmasi agar  mata rantai Covid-19 dapat diputus.

Menurutnya juga sangat perlu adanya pelaporan dari stasiun atau bandara dan biro perjalanan ke Satgas Penanganan Covid-19 untuk hasil dari screening test Covid-19 yang dilaksanakan terhadap calon penumpang. Kemudian perlu melakukan pengawasan protokol kesehatan di perkantoran dan tempat kerja.

"Kami juga mengimbau, kalau tidak urgent tidak usah bepergian. Kasihan keluarga yang di rumah jadi tertular kalau habis bepergian lalu positif," ujar Irvan.

Adapun untuk mencegah penyebaran klaster keluarga, Anda bisa menerapkan cara-cara ini:

  1. Tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan mendesak;
  2. Anggota keluarga harus mengetahui dari mana saja potensi penularan Covid-19 berasal. Misalnya, dari anggota keluarga lain yang sering bepergian ke luar rumah, dari asisten rumah tangga yang sering ke pasar, dari sopir, dan sebagainya;
  3. Masyarakat harus tetap menggunakan masker saat berada di luar rumah, saat ada gejala positif Covid-19 maupun tidak;
  4. Protokol kesehatan tetap diterapkan, termasuk kepada tamu. Pastikan bahwa tamu sehat atau negatif Covid-19;
  5. Kurangi kegiatan sosial di luar rumah;
  6. Tidak jalan-jalan atau piknik ke tempat ramai; dan
  7. Tetap terapkan protokol kesehatan di mana pun berada.
   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar