Polda Jatim Bekuk Penyebar Hoax Vaksinasi Covid-19 Berujung Kematian

  Rabu, 20 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Polda Jatim saat menggelar ekspose kasus penyebaran berita hoax yang menyatakan Kepala Satuan Distrik Militer 0817 Gresik Mayor Infantri Sugeng Riyadi meninggal dunia usai menjalani vaksinasi Sinovac. (Humas Polda Jatim)

GAYUNGAN, AYOSURABAYA.COM -- Pelaku penyebaran berita hoax tentang Kepala Satuan Distrik Militer 0817 Gresik Mayor Infantri Sugeng Riyadi meninggal dunia usai menjalani vaksinasi Sinovac telah dibekuk. 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, mengatakan, pihaknya dapat melacak keberadaan pelaku usai isu hoax tersebut beredar di media sosial. Ia menegaskan, pelaku merupakan narapidana kasus pembunuhan yang hingga kini masih mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Surabaya. Pelaku diketahui berinisial TS 

Gatot menjelaskan, penyidikan kasus itu dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak Lapas Klas I Surabaya. Pasalnya, pelaku yang merupakan warga Sidoarjo itu merupakan seorang narapidana (napi) yang masih menjalani hukuman di Lapas Klas 1 Surabaya. 

"Iya, kami berkoordinasi dengan pihak Lapas. Tersangka merupakan seorang napi di sana (Lapas Klas 1 Surabaya)," kata Gatot kepada awak media, Rabu (20/1/2021). 

AYO BACA : Polisi Datangi Lokasi Munculnya Kode SOS di Pulau Laki

Sedangkan, Wakapolda Jatim Brigadir Jenderal Polisi Slamet Hadi Supraptoyo mengungkapkan, kasus tersebut juga masih dikembangkan oleh jajarannya, yakni Polres Gresik. Namun, Slamet tak menjelaskan secara detil apakah masih ada terduga pelaku lainnya.

"Kalau itu (terduga pelaku lain) masih dalam penyidikan," tegas dia. 

Gatot menegaskan, data yang dimiliki pihaknya menyebut kehebohan tersebut berawal saat pria berusia 44 tahun itu melihat status di akun WhatsApp milik kerabatnya yang kala itu menayangkan sebuah foto. Dalam foto tersebut, ada foto almarhum Komandan Rayon Militer (Danramil) Kebomas, Gatot Supriyono, pada Sabtu (16/1/2021) pagi.

Selain itu, ada kalimat pesan yang menyertai dalam status "innalillahi wa inna ilaihirojiun". 

AYO BACA : Yamaha R15 Hadir dengan Tiga Warna, Harga Sekitar Rp37 Jutaan

Selanjutnya, TS menghubungi kerabatnya. TS mempertanyakan siapa yang berada dalam foto tersebut. Kerabatnya pun menjawab bila yang ada dalam foto tersebut merupakan Danramil Kebomas. Ketika TS bertanya apa penyebab meninggalnya, kerabatnya mengaku tak tahu menahu. Akan tetapi, kerabat TS hanya menyebut sebelum meninggal dunia, almarhum sempat mengeluh sakit perut dan kepala usai vaksinasi. 

Setelah obrolan melalui telepon seluler itu, TS lantas meminta foto yang dipajang kerabatnya tersebut. Beberapa saat setelah menerima, TS mengedit foto itu dengan melingkari foto Danramil Gatot menggunakan garis berwarna biru. Selanjutnya, pelaku menuliskan kalimat "Inalilahi wainalilahi roziun... tadi malam Danramil Kebomas Gresik meninggal akibat siangnya disuntik faksin...pagi ini proses pemakaman..hati2 jgn mau disuntik faksin ini nyata". Tak berhenti sampai disitu, selanjutnya TS menyebar foto yang sudah diedit itu ke sejumlah grup WhatsApp yang ia miliki. 

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari TS, dirinya mengaku sengaja menyunting hingga menyebar foto tersebut. Tujuannya, agar mengingatkan anggota yang berada dalam grup WhatsApp yang dia kehendaki supaya lebih hati-hati dengan vaksin yang tengah berlangsung pada sejumlah daerah di Indonesia 

Gatot memaparkan, asal muasal pesan dan foto hoax itu bermula dari hal tersebut, hingga akhirnya merebak bahwa yang meninggal dunia yakni Kasdim Gresik, bukan Danramil Kebomas seperti yang diberitakan.

 

AYO BACA : Ada Granat Nanas dan Beberapa Peluru di Jalan Pakis Surabaya, Ini Kronologinya

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar