Penyebar Hoaks Vaksinasi Berujung Kematian Adalah Napi Kasus Pembunuhan

  Rabu, 20 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi penjara. (Ichigo121212 dari Pixabay)

PORONG, AYOSURABAYA.COM -- Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim), melalui Polres Gresik telah meringkus TS (44), warga Sidoarjo yang membuat berita hoax tentang Kepala Satuan Distrik Militer 0817 Gresik Mayor Infantri Sugeng Riyadi meninggal dunia usai menjalani vaksinasi Sinovac.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan, TS adalah terpidana kasus pembunuhan yang tengah menghuni sel tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Surabaya di Porong, Sidoarjo.

Data yang diperoleh AyoSurabaya.com menyebutkan, TS telah membuat dan menyebarkan berita hoax itu melalui ponsel miliknya. Mengingat, status TS masih menjalani hukuman badan dibalik jeruji besi. Lalu, bagaimana hal itu bisa terjadi?

Kepala Lapas (Kalapas) Klas 1 Surabaya, Gun Gun Gunawan angkat bicara perihal tersebut. Saat dikonfirmasi, Gunawan mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Ia menyatakan akan menindak tegas TS.

"Sudah ditangani secara bersama, dengan pihak kepolisian (Polres Gresik). Yang jelas, sudah kami tindak," terang Gunawan melalui telepon seluler, Rabu (20/1/2021).

AYO BACA : Polisi Datangi Lokasi Munculnya Kode SOS di Pulau Laki

Ia menambahkan, pelanggaran sebelumnya, yakni kasus pembunuhan yang dialami TS termasuk pelanggaran berat. Namun, dengan ulahnya kali ini, akan menjadi catatan buruk bagi TS dipenjara.

"Udah kita sel sesuai dengan ketentuan, pelanggaran berat," imbuhnya.

Gunawan menegaskan, untuk kedepannya, Lapas Klas 1 Surabaya tak akan memberi remisi kepada TS. Begitu pula dengan hak-hak yang seharusnya dapat dia peroleh namun kandas akibat ulahnya itu.

Terkait keberadaan smartphonenya, Gunawan memaparkan pihaknya masih mendalami hal itu. Ketika menginterogasi, TS mengaku memperoleh ponsel dari rekannya. Kepada petugas, TS mengaku ponsel miliknya itu diselundupkan. Gunawan mengungkapkan, hal tersebut diakui TS dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Mendapat hp (handphone) dari temannya," tandasnya.

AYO BACA : Cara Aktifkan Mode Gelap di WhatsApp untuk iPhone dan Android

Ketika disinggung mengenai masa penahanan, Gunawan mengatakan TS sudah ditahan sejak 2019 kemarin terkait kasus pembunuhan.

"Yang bersangkutan (TS), ditahan tahun 2019," ungkap dia.

Untuk modus yang disematkan, sambung Gunawan, TS mengaku sekedar iseng. Kendati demikian, Gunawan menegaskan tak ada pembenaran dengan ulah TS tersebut.

Gunawan menjelaskan, TS sudah dipindahkan dari sel sebelumnya ke sel khusus. Untuk rentan waktu, Gunawan menyebut sekitar satu bulan. "Adapun berapa lamanya (masa penahanan di sel khusus), bisa satu bulan atau lebih," pungkasnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, kehebohan berawal saat pria berusia 44 tahun itu melihat status di akun WhatsApp milik kerabatnya yang kala itu menayangkan sebuah foto. Dalam foto tersebut, ada foto almarhum Komandan Rayon Militer (Danramil) Kebomas, Gatot Supriyono, pada Sabtu (16/1/2021) pagi. Selain itu, ada kalimat pesan yang menyertai dalam status "innalillahi wa inna ilaihirojiun".

Selanjutnya, TS menghubungi kerabatnya. TS mempertanyakan siapa yang berada dalam foto tersebut. Kerabatnya pun menjawab bila yang ada dalam foto tersebut merupakan Danramil Kebomas. Ketika TS bertanya apa penyebab meninggalnya, kerabatnya mengaku tak tahu menahu. Akan tetapi, kerabat TS hanya menyebut sebelum meninggal dunia, almarhum sempat mengeluh sakit perut dan kepala usai vaksinasi. 

Setelah obrolan melalui telepon seluler itu, TS lantas meminta foto yang dipajang kerabatnya tersebut. Beberapa saat setelah menerima, TS mengedit foto itu dengan melingkari foto Danramil Gatot menggunakan garis berwarna biru. Selanjutnya, pelaku menuliskan kalimat "Inalilahi wainalilahi roziun... tadi malam Danramil Kebomas Gresik meninggal akibat siangnya disuntik faksin...pagi ini proses pemakaman..hati2 jgn mau disuntik faksin ini nyata". Tak berhenti sampai disitu, selanjutnya TS menyebar foto yang sudah diedit itu ke sejumlah grup WhatsApp yang ia miliki. 

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari TS, dirinya mengaku sengaja menyunting hingga menyebar foto tersebut. Tujuannya, agar mengingatkan anggota yang berada dalam grup WhatsApp yang dia kehendaki supaya lebih hati-hati dengan vaksin yang tengah berlangsung pada sejumlah daerah di Indonesia 

AYO BACA : Ada Granat Nanas dan Beberapa Peluru di Jalan Pakis Surabaya, Ini Kronologinya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar