Lebihi Target, Investasi di Kota Pahlawan Tembus Rp64 Triliun dalam Keadaan Pandemi

  Rabu, 20 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi investasi. (Mediamodifier dari Pixabay)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Kendati sedang dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), namun investasi di Kota Surabaya tetap meningkat. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Surabaya, M. Taswin menyebutkan, selama 2020, pencapaian investasi di Kota Pahlawan menembus angka yang fantastis, yakni Rp 64 triliun.

Taswin menjelaskan, pencapaian itu justru melebihi target yang ditetapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Rp 63 triliun. Ia menegaskan, pandemi Covid-19 tak begitu mempengaruhi kinerja investasi di kota pahlawan.

Taswin menyebut presentase pencapaian investasi tahun 2020 menembus angka 100,70%. Taswin mengatakan, nilai investasi yang masuk ke Surabaya melebihi pencapaian tahun 2019 yang hanya mencapai Rp 53 triliun. Namun, pada realisasinya mencapai Rp 62 triliun. 

Pada tahun 2020, target investasi digenjot menjadi Rp 63 triliun. Realisasinya pun mengalami peningkatan lagi, yakni Rp 64 triliun. 

“Jika dibanding tahun lalu (2020), Surabaya masih ada peningkatan investasi," kata Taswin melalui keterangan tertulis yang diterima AyoSurabaya.com, Rabu (20/1/2021).

"Meskipun, kita berada di tengah pandemi,” sambungnya.

Taswin menerangkan, nilai investasi sebesar Rp 64 triliun berasal dari dua jenis Penanaman Modal. Yang pertama merupakan Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp 1,5 triliun. Yang kedua, berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang terdiri dari PMDN fasilitas senilai Rp 20,63 triliun. Sedangkan, pada PMDN non-fasilitas sebesar Rp 41,92 triliun.

“Dibandingkan tahun 2019, PMA kita ada penurunan. Karena, tahun 2019 mencapai Rp 2,44 triliun. Tahun 2020 hanya Rp 1,5 triliun," papar Taswin.

"Tapi, yang naik tahun 2020 adalah PMDN-nya. Terutama yang PMDN fasilitas, Rp 20,63 triliun. Tahun 2019, hanya 16,77 triliun. Jadi, yang PMDN fasilitas naiknya sangat tinggi,” timpal Taswin lagi.

Pada lima sektor yang mendominasi PMA tahun 2020, lanjut Taswin, ada beragam. Yang pertama adalah telekomunikasi, transportasi, dan gudang. Yang kedua adalah reparasi dan perdagangan. Ketiga yakni industri makanan. Keempat yaitu konstruksi. Terakhir, adalah kesehatan.

Taswin mengutarakan, dari lima sektor tersebut, yang paling mendominasi PMDN fasilitas tahun 2020 yakni pada sektor pertama, yaitu telekomunikasi, transportasi, dan gudang. Disusul Industri makanan, kemudian listrik, gas dan air. Sslanjutnya adalah reparasi dan perdagangan. yang terakhir adalah Industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya.

Kemudian, pada lima sektor yang mendominasi PMDN non-fasilitas tahun 2020 yakni reparasi dan perdagangan. Kemudian diikuti Konstruksi, perumahan, kawasan industri dan perkantoran. Lalu, telekomunikasi, transportasi, dan gudang. Yang terakhir adalah restoran dan hotel.

Taswin pun memastikan, investasi di kota terbesar kedua di Indonesia ini didominasi perkembangan UMKM. Menurutnya, UMKM kian meningkat. Taswin juga memastikan bila UMKM tak begitu terpengaruh kondisi pandemi Covid-19. “UMKM (Surabaya) malah survive,” tandasnya.

Dia memberikan satu bukti, terkait terus meningkatnya pengurusan izin usaha yang dilakukan UMKM yang jumlahnya lebih tinggi dibanding 2019 lalu. Oleh karena itu, pihaknya terus berkomitmen untuk mempermudah perizinan usaha perdagangan itu.

Tak hanya itu, papar Taswin, Pemkot Surabaya juga berupaya maksimal untuk mempromosikan produk UMKM yang ada. Selama pandemi, ia menyebut salah satu alternatifnya adalag dengan mengadakan pameran secara virtual. Lalu, ada pula promosi beragam media, termasuk brosur dan media promosi lain. Alasannya, dengan kondisi yang tak memungkinkan untuk melakukan pameran tatap muka, untuk sementara waktu Taswin dan pihaknnya melakukan promosi dengan cara itu.
 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar