3 Pelajar di Jambangan Konsumsi Narkoba, Dibekuk Usai Pengembangan Kasus Pesta Sabu

  Kamis, 21 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Para pengguna dan pengedar sabu-sabu yang diringkus Polsek Jambangan Surabaya, Kamis (21/1/2021). (Ayosurabaya.com/Praditya Fauzi Rahman)

Dari pengungkapan kasus pesta sabu pada Desember 2020, Polsek Jambangam mengembangan kasus dan menangkap pengguna sabu lainnya. Bahkan, 3 di antaranya adalah pelajar.

JAMBANGAN, AYOSURABAYA.COM -- Unit Reskrim Polsek Jambangan membekuk para pengguna narkotika golongan 1, sabu-sabu. Sebanyak 5 kasus penggunaan narkoba tersebut diungkap pada Desember 2020.

Kapolsek Jambangan Kompol Isharyata menjelaskan, selama Desember 2020, total 12 tersangka diamankan dari 5 kasus tersebut, 3 di antaranya masih pelajar di bawah umur.

Penangkapan terhadap para tersangka dilakukan di sejumlah lokasi, namun masih serangkai.

Mulanya Isharyata dan personelnya mengetahui informasi akan adanya pesta sabu-sabu yang hendak dilakukan salah seorang tersangka, AP, pada Rabu (16/12/2020). Dia dan personelnya pun memantau lalu melakukan penangkapan terhadap AP.

Unit Reskrim Polsek Jambangan lalu membawa AP untuk menunjukkan siapa saja yang terlibat dalam peredaran narkoba jenis sabu tersebut.

Tersangka-tersangka lainnya pun mulai terkuak. Pertama adalah MH, yang dibekuk Senin (21/12/2020), bersama 4 tersangka lain yang kala itu bersamanya.

Empat hari berselang, pihaknya membekuk lagi 2 rekannya yang diduga kabur, yaitu AA dan MZ yang diringkus Jumat (25/12/2020).

Berdasarkan pengakuan salah seorang tersangka, Polsek Jambangan mengejar tersangka lain berinisial P.

”Beberapa hari kemudian, kami menangkap P di awal tahun, tepatnya Senin (4/1/2021),” kata Isharyata kepada AyoSurabaya.com saat dijumpai di Mapolsek Jambangan, Kamis (21/1/2021).

Dari seluruh pelaku, Unit Reskrim Polsek Jambangan Surabaya memperoleh sejumlah barang bukti sabu-sabu. Akumulasi dari seluruh barang bukti sabu-sabu itu hampir mencapai setengah kilogram, tepatnya 45,99 gram.

Terpisah, salah satu pelaku yakni Y mengaku apes. Kepada AyoSurabaya.com, dia mengaku hanya sekadar mengantar rekannya bertransaksi barang haram itu.

Namun, hasil yang diperoleh petugas menunjukan fakta lain. Y tak hanya mengantar, tapi juga mencicipi sabu itu lebih dari satu kali.

”Cuma dua kali pakai narkoba, Pak,” kata Y.

Serupa dengan mantan pelajar sebuah SMK di kawasan Surabaya Utara itu, pelaku berinisial MH mengatakan sabu-sabu yang digunakannya hanya untuk menambah stamina.

Lelaki berusia 17 tahun itu mengaku mengonsumsi sabu untuk penambah stamina untuk mengais rosokan. ”Kerjaan saya keliling kampung, itu saya pakai buat dopping,” kata MH kepada AyoSurabaya.com.

Di sisi lain, MH mengaku terpaksa putus sekolah. Faktor ekonomi menjadi penyebabnya.

”Sudah tidak ada uang, makannya saya kerja,” kata dia.

Kendati demikian, Isharyata menegaskan tak ada pembenaran dalam penggunaan barang haram itu. Akibat ulah mereka, pihak Unit Reskrim Polsek Jambangan mengganjar para tersangka dengan pasal 112 dan 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar