Tingkat Keterisian RS Rujukan Covid-19 Jatim 73%, Turun Dibandingkan 10 Hari Lalu

  Kamis, 21 Januari 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi ruang isolasi pasien Covid-19. (ayobandung)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Tingkat keterisian atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan Covid-19 Jatim berada di angka 73 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan awal penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berada di angka 80 persen.

Demikian disampaikan oleh Staf Ahli Rumpun Kuratif Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril Al Farabi  

AYO BACA : 20 Hari Jalani Isolasi Mandiri, Gubernur Jatim Masih Positif Covid-19

Ia menjelaskanm 73 persen tersebut masih jauh dari standar atau target aman yang berada di angka 60 persen. 

"Awal PPKM itu 80 persen (tingkat BOR) sekarang itu 73 persen. Tapi masih belum mencapai target. Target kan 60 persen," ujar Jibril dikonfirmasi Kamis (21/1).

AYO BACA : 7 Wilayah di Jatim Zona Merah, Kota Surabaya Zona Apa?

Jibril melanjutkan, alasan itu pula yang mendorong perpanjangan penerapan PPKM. Terkait perpanjangan PPKM yang diputuskan pemerintah pusat, Jibril menyatakan pihaknya masih menunggu Surat Edaran dari Kementerian Dalam Negeri. Tapi pada dasarnya, Jatim siap memperpanjang PPKM karena kasus penyebaran Covid-19 di wilayah setempat belum melandai.

"Kita nunggu dari mendagrinya dulu kan belum turun. Tapi kalau melihat dari situasi yang Covid-19 belum turun ini, ya akan dipertimbangkan untuk diperpanjang. Masih dalam proses," ujar Jibril.

Tingginya angka kasus Covid-19 di Jatim juga tergambar dari peta sebaran yang dikeluarkan Satgas pusat. Dimana di Jatim saat ini terdapat 7 zona merah Covid-19, atau tingkat penyebaran tinggi. Yakni Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Nganjuk, Trenggalek, Ponorogo, Magetan, dan Ngawi. Semengara zona kuningnya hanya Kota Batu, dan 30 daerah sisanya bersatatus zona oranye.

AYO BACA : Cara Cepat Mengganti Nomor Telepon di WhatsApp

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar