4 Alasan PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Termasuk di Surabaya Raya

  Jumat, 22 Januari 2021   M. Naufal Hafizh
Daftar lokasi wilayah yang memberlakukan PPKM Jawa-Bali, termasuk Surabaya Raya. (Instagram/Lawancovid19_id)

Sedikitnya ada 4 alasan yang menjadi landasan PPKM Jawa-Bali diperpanjang hingga 8 Februari. Berdasarkan data dari Covid19.go.id, di Jawa Timur ada Surabaya Raya dan Malang Raya yang memberlakukan PPKM Jawa-Bali.

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM -- Satgas Penanganan Covid-19 telah memonitoring dan mengevaluasi penerapan Pelaksaanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali periode 11 hingga 18 Januari 2021.

Monitoring dan evaluasi tersebut meliputi 73 kabupaten/kota, terdiri dari 46 wajib PPKM dan 23 kabupaten/kota inisiatif daerah. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menyatakan hasil monitoring evaluasi inilah yang menjadi dasar perpanjangan PPKM yang akan dimulai pada 26 Januari hingga 8 Februari 2021.

7 Wilayah di Jatim Zona Merah, Kota Surabaya Zona Apa?

Ada Granat Nanas dan Beberapa Peluru di Jalan Pakis Surabaya, Ini Kronologinya

Prakiraan Cuaca Kota Surabaya Minggu Ini, Setiap Hari Diprediksi Hujan

Menurut dia, perpanjangan perlu karena dampak dari kebijakan PPKM periode 11-25 Januari 2021 belum sepenuhnya memberi hasil maksimal.

Wiku menilai kebijakan PPKM sebagai bentuk intervensi pemerintah terhadap kasus Covid-19, membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan hasilnya. Sementara itu, dampak yang dihasilkan akibat adanya pemicu atas penularan kasus membutuhkan waktu yang lebih singkat.

"Sehingga, perlu adanya pelaksaanaan kebijakan ini secara sungguh-sungguh, untuk menghasilkan perubahan yang signifikan terhadap penanganan kasus Covid-19, berdasarkan seluruh indikator yang ada," ungkapnya memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Gedung BNPB, Kamis (21/1/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

8 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Jika Terpaksa Keluar Rumah

Meski Tak Punya Gejala Corona Covid-19, Segera Tes Jika Alami 3 Hal Ini

Kasus Covid-19 Surabaya Didominasi Klaster Keluarga, Cegah dengan Cara Ini!

Untuk indikator yang dimaksud, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 2021 tentang PPKM. Ada 4 indikator antara lain indikator kasus Covid-19, indikator kematian, indikator kesembuhan, dan indikator keterisian tempat tidur atau bed of ratio (BOR).

Perincian evaluasinya, pada indikator kasus aktif, sebanyak 46 kabupaten/kota mengalami peningkatan, 24 kabupaten/kota menurun, 3 kabupaten/kota tidak mengalami perubahan.

Pada indikator kematian, sebanyak 44 kabupaten/kota mengalami peningkatan, dan 28 kabupaten/kota mengalami penurunan. Pada indikator kesembuhan, sebanyak 37 kabupaten/kota mengalami penurunan dan 36 kabupaten/kota mengalami peningkatan.

Ini 2 Waktu Terbaik untuk Minum Kopi agar Khasiatnya Optimal

Minum Air Perasan Jeruk Nipis Tiap Pagi, Bahaya atau Menyehatkan?

Mandi Pagi atau Mandi Sore, Mana yang Lebih Baik dan Sehat?

Kemudian, pada indikator keterisian tempat tidur atau BOR, sebanyak 6 dari 7 provinsi atau persentasenya 66,32%, kabupaten/kota masih berada diatas paramater nasional.

"Hasil monitoring dan evaluasi ini pun mencerminkan perlunya penambahan strategi penangangan pandemi, dengan memanfaatkan kekuatan negara, yaitu budaya gotong royong," kata Wiku.

Oleh karena itu, Wiku menegaskan perlu adanya pemantauan pelaksanaan kebijakan ini, termasuk mengobservasi kepatuhan protokol kesehatan di tingkatan lebih spesifik, misalnya di lingkungan perkantoran maupun tingkatan komunitas.

Ingin Janin Pintar? Ibu Hamil Harus Rutin Rutin Lakukan 5 Hal Ini

"Jangan ragu untuk melakukan kedisiplinan, karena satgas daerah dan posko dilindungi oleh negara secara hukum, dan mohon kepada masyarakat untuk kooperatif dengan operasi yang dilakukan selama periode pembatasan kegiatan ini," kata Wiku.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar