Catat! Ini Besaran Denda bagi Warga Surabaya yang Tak Pakai Masker

  Jumat, 22 Januari 2021   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Pelanggaran protokol kesehatan tidak memakai masker. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM – KTP warga Kota Surabaya yang melanggar protokol kesehatan akan disita. Untuk menebusnya, warga harus membayar denda Rp150.000.

Denda tidak memakai masker tersebut berdasarkan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 67 tahun 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Rangka Pencegahan dan Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya.

Adapun, Pemerintah Kota Surabaya akan memblokir data kependudukan bagi warga yang melanggar protokol kesehatan. Sanksi itu baru dilakukan apabila pelanggar selama 7 hari setelah dilakukan penindakan belum membayar denda administratif.

Warga Surabaya, Ini Cara Mengambil KTP yang Disita karena Tak Pakai Masker

8 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Jika Terpaksa Keluar Rumah

Meski Tak Punya Gejala Corona Covid-19, Segera Tes Jika Alami 3 Hal Ini

Kasus Covid-19 Surabaya Didominasi Klaster Keluarga, Cegah dengan Cara Ini!

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya Eddy Chrisijanto mengatakan, pelanggar protokol kesehatan yang disanksi administratif itu dilakukan penyitaan kartu tanda penduduk (KTP) dan diwajibkan membayar untuk syarat pengambilannya.

"Apabila dalam kurun waktu 7 hari mereka tidak melakukan pembayaran, Satpol PP melaporkan ke Dispendukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) Surabaya untuk dilakukan pemblokiran data kependudukan," kata Eddy di Surabaya, Jumat (22/1/2021).

Usai Vaksinasi Covid-19, Pakar: Wajib Pakai Masker 4 Tahunan

Virus Corona Covid-19 Menyebar Lewat Makanan Kemasan, Benarkah?

4 Manfaat Lari Sore bagi Kesehatan Tubuh

Untuk syarat pengambilan KTP sendiri, kata dia, pelanggar prokes diwajibkan membayar denda administrasi via transfer ke rekening kas daerah.

"Mereka kita kasih waktu 7 hari untuk membayar dan mengambil KTP," ujarnya.

Kalau 7 hari tidak diambil, kata dia, pihaknya melaporkan ke Dispendukcapil Surabaya untuk dilakukan pemblokiran.

7 Wilayah di Jatim Zona Merah, Kota Surabaya Zona Apa?

Ada Granat Nanas dan Beberapa Peluru di Jalan Pakis Surabaya, Ini Kronologinya

Prakiraan Cuaca Kota Surabaya Minggu Ini, Setiap Hari Diprediksi Hujan

Sementara itu, untuk KTP luar, nanti Dispendukcapil akan menghubungi ke Dispendukcapil kabupaten/kota tempat dia berasal.

"Karena yang kita khawatirkan adalah mereka pakai surat keterangan kehilangan (KTP) terus membuat lagi," katanya.

Eddy menambahkan, dari hasil penindakan yang dilakukan Satpol PP selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini, ada sekitar 200 warga yang sudah dilakukan pemblokiran KTP.

Sesar Aktif di Jatim Terus Bergerak Berpotensi Gempa, Ini Imbauan Peneliti

Banyak Sesar Aktif di Jatim yang Berpotensi Gempa, 2 di Surabaya

Syarat, Biaya, dan Alur Perpanjangan SIM di SIMLing Surabaya

Sementara itu, di jajaran 31 kecamatan, sekitar 70 orang sudah dilakukan pemblokiran. "Setelah tujuh hari dilakukan penindakan (apabila tidak diambil KTP-nya), itu kita kirim ke Dispendukcapil sesuai nama dan alamat serta NIK (Nomor Induk Kependudukan)," katanya.
   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar