Realisasi Kawasan Physical Distancing, Jalan Daya Darmo dan Tunjungan Ditutup

  Sabtu, 23 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Personel gabungan dari Pemkot, TNI, dan Polrestabes Surabaya melaksanakan penutupan di lokasi physical distancing.

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Wacana penutupan Jalan Raya Darmo dan Jalan Tunjungan tengah direalisasikan Pemerintah Kota Surabaya. Pada Jumat (22/1/2021) malam sekitar pukul 20.05 WIB, sejumlah personel gabungan dari Pemkot, TNI, hingga Polisi dari Polrestabes Surabaya telah melaksanakan penutupan jalan tersebut menjadi lokasi physical distancing. 

Berdasarkan data yang diperoleh AyoSurabaya.com sebelumnya, penutupan kedua jalan itu akan dilakukan sejak pukul 20.00 sampai 08.00 WIB selama 2x24 jam atau 2 hari, tepatnya pada Jumat malam (22/1/2021) hingga Sabtu (23/1/2021) lusa. 

Hal tersebut dibenarkan Wakasatlantas Polrestabes Surabaya, Kompol Ari Galang Saputra kepada awak media. Ia menjelaskan, pelaksanaan penutupan jalan itu bertujuan untuk mengurangi mobilitas menjelang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap pertama usai. 

"Kota Surabaya sedang melaksanakan kegiatan PPKM, biasa kita melakukan pembatasan di wilayah Jalan Darmo dan Tunjungan," beber Galang kepada awak media, Jumat (22/1/2021). 

Galang menambahkan, alasan Pemkot dan Polrestabes Surabaya melakukan hal serupa di dua jalan yang sama seperti saat PSBB lantaran masyarakat dan pengguna jalan raya 'bejubel' pada dua titik yang menjadi salah satu ikon kota pahlawan itu 

"Jalan Tunjungan dan Jalan Darmo ini kalau hari Jumat dan Sabtu menjadi tempat berkumpul dan berkeruman masyarakat," lannutnya. 

Polisi dengan satu melati dipundaknya itu menjelaskan, penutupan kedua jalan itu dilakukan pihaknya usai melalui beragam pertimbangan yang matang. Salah satunya terkait kajian penarapan kawasan physical distancing di titik-titik keramaian atau kerumunan. Perihal penetapan surasi penutupan, Galang menyebut akan disesuaikan dengan Perwali Pemkot Surabaya. 

"Pembatasan yang kita terapkan pukul 20.00 WIB sesuai Perwali, tidak ada kegiatan, sampai pukul 08.00 WIB. Banyak sekali warga Kota Surabaya yang bersepeda, kadang kurang memperhatikan prokes," tandasnya. 

Terkait titik lainnya, Galang mengaku pihaknya akan melakukan kajian lebih lanjut terkait hal serupa pada titik atau jalan raya lain diwilayah hukumnya. 

"Nanti, kita akan melakukan kajian kembali. Bila memang diperlukan, kita akan melakukan (pembatasan). Tapi, jika sementara perlu dilakukan di wilayah ini, kita lakukan diwilayah ini sementara. Kita kaji lagi apa perlu dilakukan setiap weekend dilakukan pembatasan (Jalan Darmo dan Tunjungan)," tuturnya. 

Sebelumnya, Pemkot Surabaya memang telah mewacanakan penutupan ruas Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya pada 2 hari besok. Namun, belum diketahui pasti apakah hal serupa akan berlangsung pada pekan berikutnya atau hanya 2 hari saja. 

Di sekitar kawasan physical distancing itu masih dijumpai pengendara yang belum mengetahui penutupan jalan ini kendati telah ada sosialisasi.
 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar