Hobi Unik Anggota Polrestabes Surabaya, Koleksi HotWheels, Pernah Kena Omel Istri

  Sabtu, 23 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Bripka Agung Hidayat menunjukan koleksi HotWheels kepada AyoSurabaya.com di ruang Humas Polrestabes Surabaya, Sabtu (23/1/2021). (Ayosurabaya.com/Praditya Fauzi Rahman)

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM -- Anggota Sub Bag Humas Polrestabes Surabaya, Bripka Agung Hidayat, tengah serius mengedit foto dan pemberitaan di tempatnya bekerja. Perawakannya tegap, tubuhnya bidang, dan sorot matanya tajam ke layar komputer di hadapannya. Nada bicaranya pun lugas dan tegas.

Namun, siapa sangka, di balik itu semua dia memiliki hobi unik nan asyik. Mengoleksi dan mengotak atik minatur mobil HotWheels.

Ketika bertemu dengan AyoSurabaya.com, dia tak segan-segan memamerkan sejumlah mobil yang dia punya di tempat kerjanya. "Nyoh, sakmene akeh e, Mas. Pilihen dewe sing ndi sing apik difoto (Nih, segini banyaknya, Mas. Pilih sendiri aja mana yang bagus buat difoto)," ujar Agung sambil memamerkan tas berisi puluhan mobil HotWheels koleksinya, Sabtu (23/1/2021).

CEK FAKTA: Puluhan Santri di Jember Pingsan usai Disuntik Vaksin Sinovac?

Saat berbincang santai, pria yang akrab disapa Agung itu mengaku menyukai miniatur mobil sejak duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK). Namun, karena masalah perekonomian, saat itu dia hanya menyimpannya dalam angan. Ketika masuk dunia kerja, Agung membalaskan dendamnya terhadap HotWheels.

"Hobi mengoleksi ini udah lama, Mas. Sejak kecil saya sudah suka, Mas," kata Agung.

Agung mulai dalam menekuni hobi nyentriknya ini dua tahun belakangan. Keseriusannya itu tak hanya membawa kebanggaan tersendiri, tapi juga menjadi penyemagatnya dalam bekerja. "Mulai menekuni lebih serius itu dua tahun silam, akhir November tahun 2018," katanya lalu menunjukkan salah satu koleksi teranyarnya.

Saat ditanya berapa jumlah mobil yang dia koleksi hingga saat ini, Agung malah tertawa. Dia mengaku tak tahu. Menurutnya, sudah ada ratusan bahkan ribuan jenis mobil yang dia miliki di rumah. "Yo gak keitung, uakeh pokok'e (Ya tidak terhitung, banyak sekali pokoknya)," tuturnya lalu tersenyum.

7 Wilayah di Jatim Zona Merah, Kota Surabaya Zona Apa?

Catat! Ini Besaran Denda bagi Warga Surabaya yang Tak Pakai Masker

Warga asli Surabaya itu menambahkan, dia kurang memahami berapa detail biaya yang telah dia belanjakan untuk sejumlah mobil koleksinya. Saat disinggung puluhan juta, dia pun hanya tersenyum dan tertawa seolah mengamini.

Agung mengungkapkan, istrinya pun sempat mencerca dirinya lantaran memiliki hobi selayaknya anak kecil. Namun, Agung memberikan pengertian bahwasanya hobinya itu bisa menghasilkan rupiah. Akan tetapi, hal tersebut tak berjalan mulus diawal. Agung justru terkena omelan istrinya lantaran ada sebagian uang yang ikut dibelanjakan miniatur mobil besutan Die Cast itu.

"Saya kurang tahu habis berapa, tapi yang pasti istri saya pernah ngomel karena duit THR juga pernah habis untuk itu. Kebetulan istri tidak terlalu kepo jadi tidak tahu harga totalnya mobil itu berapa. Tapi, untuk menjelaskan ke istri ini sebagian saya jual yang rare (langka), lalu dapat untung. Nah, dia bingung ke mana untungnya selama ini? Kok tidak kelihatan? Ya saya bilang lihat saja mobilnya, semakin hari semakin banyak kan. Nah, itu (hasil penjualannya) saya belikan lagi," katanya, lalu tertawa lepas.

Agung menerangkan, mengoleksi HotWheels yang sudah di atas pemula, memiliki karakter dan kelas masing-masing. "Ada yang kelas reguler ada yang premium," tuturnya.

Sesar Aktif di Jatim Terus Bergerak Berpotensi Gempa, Ini Imbauan Peneliti

Banyak Sesar Aktif di Jatim yang Berpotensi Gempa, 2 di Surabaya

Agung pun mengisahkan kecintaannya pada HotWheels. Selain unik, mengoleksi HotWheels juga bukan sekadar trendsetter. Hobi tersebut tidak memiliki pasar yang pasti. Terutama, untuk item yang rare atau seri tertentu. Semakin lama tahun item yang dimiliki, semakin mahal harga yang dibanderol.

"Namanya hobi ya, Mas, tidak ada pasarannya, apalagi untuk mendapatkannya itu penuh perjuangan. Misalnya, seperti ini, nah ini bentuknya seperti ini aja kan, tapi ini keluaran tahun 2015, di tahun 2020 atau 2021, tidak akan ditemukan model dan warna serupa, mulai dari eksterior dan interior juga. Sebab, seri lama tidak mungkin diproduksi sampai saat ini," kata pria berusia 33 tahun itu lalu menunjukkan ciri khas ketebalan besi dan materi yang membuat harga miniatur semakin menggila.

Kendati demikian, Agung mengaku belum pernah semakin menggila seperti rekan-rekannya yang rela merogoh kocek leboh dalam untuk mendatangkan mobil dari luar Indonesia. Agung mengaku, HotWheels yang pernah dibeli paling jauh berasal dari NTT.

"Kalau impor sih selama ini belum pernah, tapi kalau dari luar daerah atau luar pulau sering. Bahasanya itu fokusan dan untuk mengoleksi seperti ini ada tahapannya," ungkapnya.

Sembari menunjukkan koleksi terbarunya, Agung berceletuk ada kelas tersendiri untuk para kolektor mobil HotWheels. Bila mendalaminya, akan ada kategori dan karakter masing-masing dari setiap kolektor.

"Ada kelasnya, misalnya untuk kelas Pro itu ada koleksi tertentu misalnya untuk merek-merek tertentu di Indonesia itu JDM asal Jepang, kalau Anda mengoleksi hal seperti ini. Terutama Datsun 510, mirip dengan LDX. Nah, itu sangat diminati klub Die Cast dan keluaran itu diincar kolektor, bahkan kita juga kesulitan untuk mencarinya. Jadi, kalau kita ingin jenis mobil yang seperti itu maka harus mengeluarkan duit lebih dan tidak mungkin harganya seperti yang di minimarket," tuturnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar