Kasus Positif Masih Bertambah, Data Terkini Covid-19 Surabaya dan Dominasi Klaster Keluarga

  Minggu, 24 Januari 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi pelaksanaan PSBB beberapa waktu lalu untuk mencegah penyebaran virus Corona.

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Kota Surabaya pada Sabtu (23/1/2021) melaporkan jumlah total kasus positif konfirmasi Covid-19 sebanyak 19.402 naik 0,28% dibandingkan hari sebelumnya yang berjumlah 19.347

Merujuk situs lawan covid-19.surabaya.go.id, yang diakses Minggu (19/1/2021) siang, tercatat pasien yang sedang dalam perawatan sebanyak 260 naik 4,8%. Sementara total konfirmasi sembuh sebanyak 17.857 orang, naik 0,23%, dan kasus meninggal 1.285 naik 0,16%.

Dari data tersebut, wilayah Surabaya Timur memiliki kasus konfirmasi tertinggi sebanyak 5.930. Disusul berikutnya Surabaya Selatan (5.586), Surabaya Barat (3.086), Surabaya Utara (2.791), dan Surabaya Pusat (2.009).

Kasus positif aktif adalah kasus positif Covid-19 terkonfirmasi yang saat ini sedang menjalani perawatan berupa isolasi. Isolasi bisa dilakukan di rumah sakit, hotel, atau juga rumah. Kasus positif aktif berakhir ketika pasien dinyatakan sembuh atau meninggal dunia. 

Jumlah kasus positif aktif, sebagaimana juga jumlah kasus lain terkait pandemi Covid-19, merupakan data yang bersifat dinamis. Perubahan terjadi setiap hari sesuai dengan tindakan penanganan yang dilakukan di lapangan. 

AYO BACA : 5 Jus Untuk Mengecilkan Perut

Klaster Keluarga
Klaster keluarga menjadi kasus penyebaran Covid-19 paling dominan di Kota Surabaya, demikian simpulan analisis Satgas Covid-19 Surabaya, berdasarkan hasil penelusuran dan laporan di tingkat kecamatan.

Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, temuan itu merujuk pada hasil tracing yang dilakukan 10 hingga 17 Januari 2021 dengan sample 150 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

"Hasilnya terdapat beberapa faktor yang mengakibatkan seseorang tersebut dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Antara lain kontak erat keluarga dengan persentase 28 persen," ujar Irvan, Selasa (19/1/2021), dikutip dari Republika.co.id.

Irvan mengatakan, berdasarkan analisis yang sama, seseorang diketahui positif Covid-19 karena mempunyai komorbid dan memeriksakan diri ke rumah sakit dengan persentase 24,7 persen. Kemudian, karena habis bepergian dari luar kota yang angkanya 14,7 persen.

Selanjutnya, karena terjadi penularan di tempat kerja sebesar 12,7 persen, setelah dari keramaian atau kerumunan 10 persen, pekerja di rumah sakit atau tenaga medis 7,3 persen, dan sebagai persyaratan perjalanan 2,6 persen.

AYO BACA : Manfaat Bunga Pepaya dan Cara Mengolahnya

"Dari 150 sampel kasus terdapat 68 persen orang terkonfirmasi Covid-19 melaksanakan isolasi di rumah atau apartemen, dan 25 persen melaksanakan isolasi di rumah sakit atau tempat yang disediakan oleh pemerintah dan wasta, serta 7 persen di tempat lainnya," kata Irvan.

Irvan mengatakan, berdasarkan hasil analisis, perlu adanya evaluasi terkait dengan pelaksanaan isolasi mandiri di rumah. Sebab, terdapat banyak kasus yang terjadi akibat kontak erat dari keluarga yang terkonfirmasi Covid-19.

Dia juga menekankan pentingnya penguatan Kampung Wani Jogo Suroboyo untuk memonitor warga yang baru saja bepergian dari luar kota arau luar negeri. Selain itu, perlu juga dilakukan penanganan cepat dengan cara tracing untuk kontak erat pasien terkonfirmasi agar  mata rantai Covid-19 dapat diputus.

Menurutnya juga sangat perlu adanya pelaporan dari stasiun atau bandara dan biro perjalanan ke Satgas Penanganan Covid-19 untuk hasil dari screening test Covid-19 yang dilaksanakan terhadap calon penumpang. Kemudian perlu melakukan pengawasan protokol kesehatan di perkantoran dan tempat kerja.

"Kami juga mengimbau, kalau tidak urgent tidak usah bepergian. Kasihan keluarga yang di rumah jadi tertular kalau habis bepergian lalu positif," ujar Irvan.

Adapun untuk mencegah penyebaran klaster keluarga, Anda bisa menerapkan cara-cara ini:

  • Tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan mendesak;
  • Anggota keluarga harus mengetahui dari mana saja potensi penularan Covid-19 berasal. Misalnya, dari anggota keluarga lain yang sering bepergian ke luar rumah, dari asisten rumah tangga yang sering ke pasar, dari sopir, dan sebagainya;
  • Masyarakat harus tetap menggunakan masker saat berada di luar rumah, saat ada gejala positif Covid-19 maupun tidak;
  • Protokol kesehatan tetap diterapkan, termasuk kepada tamu. Pastikan bahwa tamu sehat atau negatif Covid-19;
  • Kurangi kegiatan sosial di luar rumah;
  • Tidak jalan-jalan atau piknik ke tempat ramai; dan
  • Tetap terapkan protokol kesehatan di mana pun berada.

AYO BACA : Manfaat Bersepeda bagi Kesehatan Jika Dilakukan Secara Rutin

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar