Ibu Hamil Makan Nanas Menyehatkan atau Bikin Keguguran?

  Senin, 25 Januari 2021   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Nanas, salah satu makanan yang dianggap berdampak buruk bagi kesehatan ibu hamil dan janin. (Pixabay)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM – Banyak pandangan dari masyarakat bahwa ibu hamil dilarang makan nanas karena berdampak pada kesehatan janin, bahkan bisa membuat keguguran. Namun, apakah hal tersebut benar atau hanya mitos?

Kenyataannya sejumlah makanan, seperti nanas, durian, dan tape merupakan salah satu sumber makanan yang memiliki kandungan gizi baik untuk ibu hamil dan tidak menyebabkan keguguran.

Selain Setia, Anjing Bisa Cemburu?

5 Penyebab Disfungsi Ereksi dan Obatnya

Apa Hukum Menikah dengan Wanita Hamil Akibat Zina?

Selain itu, ada mitos seperti, kalau sedang menyusui, jangan makan masakan pedas, bisa membuat bayi mencret. Faktanya, makanan pedas tidak mempengaruhi kualitas ASI yang berdampak pada pencernaan Sang Bayi.

Lantas apa saran ahli gizi menanggapi hal ini?

"Kandungan nutrisi dalam nanas itu baik, ada zat besi, antioksidan. Di trimester pertama ibu hamil, malah nanas harus dimakan. Durian itu juga ada vitamin B kompleks, kalium, vitamin C. Jadi enggak ada yang salah makan durian. Asupannya saja dijaga 3 biji durian cukup, kok," kata  Rachel Olsen, dikutip dari Republika.co.id.

Ingin Janin Pintar? Ibu Hamil Harus Rutin Rutin Lakukan 5 Hal Ini

Jangan Lakukan! 5 Cara Mengetahui Jenis Kelamin Bayi Ini Keliru

Menurut Rachel, setiap perempuan atau calon ibu yang tidak memiliki pengetahuan nutrisi yang memadai, bakal memercayai mitos sebagai sesuatu yang benar.

Padahal, selama masa persiapan untuk menjadi seorang ibu sampai mempunyai buah hati, nutrisi merupakan aspek krusial sebagai pendukung kesehatan ibu maupun bayi.

“Sebenarnya banyak wanita yang tidak sadar kalau sebelum hamil, sebaiknya mereka sudah menjaga asupan nutrisi mereka. Bahkan 80 persen calon mama di trimester pertama yang mengalami defisiensi vitamin D, kalsium, zink dan asam folat. Untuk mengejar kekurangan ini, membutuhkan waktu yang tidak sebentar, bisa sekitar sebulan atau beberapa bulan. Padahal, selama jangka waktu itu, bayi harus terus berkembang. Defisiensi ini sedikit banyak mempengaruhi pertumbuhan bayi yang sehat dalam kandungan. Untuk itu, sebaiknya calon mama sudah menyiapkan tubuhnya jauh sebelum kehamilan,” kata Rachel.

Penyebab Mr P Sering Ejakulasi Dini dan Cara-cara Mengobatinya

Apa Hukum Air Mani? Najis atau Suci

5 Cara Mencegah Ejakulasi Dini, Termasuk Sering Berhubungan Badan

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar