Prosedur Konfirmasi dan Persiapan Petugas Puskesmas Menjemput Jenazah Covid-19

  Kamis, 28 Januari 2021   Andres Fatubun
Latihan pemulasaraan jenazah Covid-19.

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Pandemi Covid-19 yang sudah berlansung hampir 11 bulan telah menewaskan 27.835 orang di level nasional. Sementara di Surabaya kasus kematian mencapai 1.286 kasus. 

Penanganan terhadap jenazah Covid-19 pun tidak bisa dilakukan seperti biasanya. Diperlukan tatalaksana secara spesifik untuk mencegah terjadinya penyebaran kepada tenaga medis maupun tenaga pemulasaran jenazah, serta keluarga dan masyarakat secara umum. 

Pada satu kasus kematian Covid-19, keluarga diwajibkan melaporkan pada ketua RT setempat. Setelah semuanya dilalui, maka jenazah akan dijemput oleh petugas puskesmas atau satuan tugas. 

Dalam pejemputan jenazah Covid-19 pun diberlakukan prosedur yang ketat seperti berikut.

1. Petugas Puskesmas/gugus tugas melakukan wawancara melalui telepon untuk mengetahui riwayat penyakit kepada keluarga dan atau ketua RT. Apabila hasil wawancara mengarah ke COVID-19 petugas dapat mempersiapkan kelengkapan sebelum menuju lokasi untuk memastikan penyebab kematian (otopsi verbal).

2. Petugas minimal 2 orang, menuju lokasi dengan membawa kelengkapan berupa masing-masing 1 (satu) set APD, formulir otopsi verbal, kantong plastik infeksius minimal 3 (buah) dan disinfeksi.

3. Melakukan otopsi verbal, untuk memastikan penyebab kematian (Pasien dengan diagnosis COVID-19 atau Orang dalam Pengawasan (ODP) serta Pasien dalam Pengawasan (PDP), formulir otopsi verbal terlampir.

4. Apabila jenazah dipasti-kan meninggal karena COVID - 19, petugas menghubungi Posko Gugus Tugas Tingkat Desa /Kelurahan / Kecamatan / Kabupaten / Kota atau Provinsi.

5. Memberikan penjelasan kepada pihak keluarga tentang penanganan khusus bagi jenazah yang meninggal dengan penyakit menular (Penjelasan tersebut terkait sensitivitas agama, adat istiadat, dan budaya, serta stigma masyarakat).

6. Petugas memberikan penjelasan kepada keluarag untuk melaksanakan desinfeksi pada seluruh permukaan tempat setelah selesai pelaksanaan pemulasaran jenazah. Dalam Pelaksanaan pemakaman, jenazah tidak diperbolehkan dibawa keluar atau masuk dari pelabuhan, bandar udara, atau pos lintas batas darat Negara.

Setelah dijemput oleh petugas, langkah selanjutnya adalah memandikan jenazah. 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar