Hal yang Dirasakan Nakes di Surabaya Usai Divaksin Covid-19

  Selasa, 26 Januari 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi vaksinasi. (Katja Fuhlert dari Pixabay )

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Pemberian vaksinasi Covid-19 untuk tenaga kesehatan di Surabaya dimulai pada 15 Januari.

Sejumlah tenaga kesehatan di Kota Surabaya, Jawa Timur, mengaku tidak merasakan efek samping, usai menjalani vaksinasi Covid-19.

"Seperti penerima vaksin lainnya, alhamdhulillah saya lolos screening dan langsung divaksin pada saat itu juga," kata seorang dokter di Puskesmas Ngagel Rejo Nita Legiantini di Surabaya, Senin (25/1).

Pada Sabtu (23/1) pagi, Nita mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) tempatnya bekerja. Di lokasi itu, tenaga kesehatan asal Bandung tersebut disuntik terlebih dahulu, sebelum akhirnya kembali bertugas melayani masyarakat.

Tanpa tegang, ia menuju meja screening yang telah disiapkan dan mengikuti alur sesuai dengan prosedur pelaksanaan. Setelah disuntik, Nita menjelaskan tidak langsung kembali bekerja, melainkan harus memastikan apakah ada keluhan setelah disuntik pada dirinya.

Sekitar 30 menit beristirahat, rupanya tak ada satu pun gejala atau efek yang dialaminya. Akhirnya ia memutuskan kembali bertugas dengan kembali mengenakan seperangkat alat pelindung diri (APD) lengkap.

"Tidak terasa apa-apa. Panas di tempat suntikan, demam, mual, muntah, gatal-gatal, sesak, pusing, semua tidak ada. Jadi saya bisa beraktivitas kembali seperti biasanya," katanya.

Bahkan, sehari setelahnya, dokter berusia 37 tahun itu memastikan tetap tak ada gejala apapun di tubuhnya. Ia merasa tetap fit dan energik, sama seperti sebelum divaksin.

Tidak hanya itu, ia menceritakan sehari sebelum suntik ada beberapa persiapan yang dilakukan. Sebab, setiap individu memiliki reaksi yang berbeda-beda, mulai dari istirahat cukup, menjaga ketat protokol kesehatan, hingga menyugesti diri sendiri.

"Maka kesiapan personal pun juga berbeda, tergantung kondisi masing-masing. Sejauh tidak mengalami perubahan yang signifikan itu bisa kita anggap normal. Makanya, setelah penyuntikan tidak boleh langsung meniggalkan tempat vaksin untuk melihat apakah ada KIPI (kejadian ikutan pascaimunisasi). Untuk vaksin kedua dijadwalkan pada 6 Februari," katanya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh tenaga kesehatan asal RSUD dr Moh. Soewandhie, Nanik Sulistiowati. Ia mengaku tidak ada efek samping setelah disuntik vaksin pada Rabu (20/1) lalu. Lokasi penyuntikannya pun di RSUD dr Moh Soewandhie.

Namun begitu, ia pun memastikan sebelum divaksin, terlebih dahulu mempersiapkan diri, yakni sarapan, mengonsumi vitamin dan dipastikan kondisi badan fit. "Alhamdulillah tidak ada efek atau dampaknya. Ini sambil menunggu vaksin kedua kalinya. Yang paling penting dimana pun dan kapanpun pun tetap jaga imun," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar