Ditreskrimsus Polda Jatim Bongkar Prostitusi Daring Mahasiswa Jual Anak Dibawah Umur

  Selasa, 26 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman

GAYUNGAN, AYOSURABAYA.COM -- AP hanya tertunduk malu saat dihadirkan dalam press release di ruang Bidang Hububgan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur pada Selasa (26/1/2021) siang. Pasalnya, pria berusia 21 tahun itu ditangkap Subdit V Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim usai kasus prostitusi online yang dilakoninya terbongkar. 

AP diketahui memperdagangkan anak dibawah umur kepada pria hidung belang di sebuah hotel di kota pahlawan. 

Terkait hal itu, Wakil Direktur Ditreskrimsus (Wadirkrimsus) Polda Jatim, AKBP Zulham Effendy mengatakan, satu orang korban yang masih berusia 15 tahun terlibat dalam kasus prostitusi daring itu. Zulham menjelaskan, aksi AP dan korbannya dapat dibongkar personelnya ketika beraksi dengan salah seorang pria hidung belang di sebuah hotel di Surabaya. 

Berdasarkan pengakuannya AP, sejak lama ia telah mengenal korban. Seiring berjalannya waktu, AP mengajak korban mencari uang dengan cara yang justru melanggar norma dan hukum, yakni menawarkan jasa prostitusi melalui beberapa akun media sosial, salah satunya adalah MiChat. 

AYO BACA : Cara Minum Air Putih yang Dianjurkan untuk Turunkan Berat Badan

Dalam melancarkan aksinya, AP pada grup Facebook menggunakan nama Cewek Include Surabaya Sidoarjo serta menggunakan akun Angga Gepeng. Lalu, pada grup Whatsapp ia menggunakan nama Beragam Kreasi Jatim. Sedangkan, pada MiChat, menggunakan nama samaran 'Puput'. 

“Pelaku memposting foto melalui Facebook. Bila ada yang berminat baru berkomunikasi lewat Whatsapp, kalau sepakat langsung ketemu di tempat yang ditentukan,” ujar Zulham terkait modus yang digunakan AP untuk mencari pelanggan via sosmed saat press release di Ruang Bidhumas Polda Jatim, Selasa (26/1/2021). 

Dalam penyidikan, AP mengaku mematok tarif mulai Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta. Namun, junlah tersebut tak diterimanya mentah-mentah. AP mengaku hanya mengambil keuntungan sekitar 20% dari tarif yang dipatoknya. 

AP mengaku, aksinya telah berlangsung sebanyak tujuh kali. Zulham pun menegaskan, pihaknya tengah mendalami kasus tersebut bilamana ada pelaku dan korban serupa. 

AYO BACA : Jember Dihebohkan dengan Video Asusila di Emperan Toko, Pelaku ODGJ

“Kita masih terus mendalami, karena tidak menutup kemungkinan ada korban yang lain," sambungnya. 

Zulham berharap, dengan terbongkarnya kasus itu dapat memberikan efek jera terhadap pelaku maupun orang lain yang berniat akan melakukan hal serupa. Sebab, selain melanggar norma dan hukum yang ada, Zulham menegaskan ada anak usia dibawah umur yang terancam masa depannya dan sangat dirugikan. 

"Kita harap kejadian ini bisa kita hentikan, karena eksploitasi di bawah umur adalah perbuatan yang di luar batas kemanusiaan,” tandas polisi dengan dua melati dipundaknya itu. 

"Tersangka kami jerat Pasal 27 Ayat 1 juncto Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang ITE dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar juncto Pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 1 tahun 4 bulan," tutup dia. 

Kini, mahasiswa asal Tambakrejo Kecamatan Waru, Sidoarjo itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dibalik sel tahanan Ditreskrimsus Polda Jatim.
 

AYO BACA : 7 Kebiasaan Buruk yang Membuat Jerawat Betah di Wajah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar