Dampak Revisi UU Perkawinan, Dispensasi Nikah di PA Surabaya Meningkat

  Rabu, 27 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Gubernur Jatim mengajak seluruh stakeholder, mulai Ketua Rukun Tetangga (RT), tokoh masyarakat, Kantor Urusan Agama (KUA), Camat, hingga tingkat Lurah/Kepala Desa bersama-sama mencegah pernikahan dini. (5688709 dari Pixabay)

JAMBANGAN, AYOSURABAYA.COM -- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, telah mengeluarkan dan menandatangani Surat Edaran (SE) tentang pencegahan perkawinan pada Senin (18/1/2021) lalu. 

Dalam SE Gubernur Jatim itu, ada enam langkah yang wajib dilakukan Wali kota dan Bupati dalam surat edaran bernomor 474.14/810/109.5/2021 itu. Salah satunya ialah mengajak atau memerintahkan seluruh stakeholder, mulai Ketua Rukun Tetangga (RT), tokoh masyarakat, Kantor Urusan Agama (KUA), Camat, hingga tingkat Lurah/Kepala Desa bersama-sama mencegah pernikahan dini. 

AYO BACA : Tanda-tanda Suami Anda Mencintai Wanita Lain, Perlu Dicurigai

Selain itu, tak memperkenankan perkawinan terhadap seseorang yang usianya masih dibawah 16 tahun bagi perempuan dan 19 tahun untuk laki-laki. Khofifah juga mengajak untuk mensosialisasikan lebih lanjut tentang usia matang menikah. Dalam SE tersebut, usia 25 tahun untuk laki-laki dan 21 tahun bagi perempuan merupakan usia matang atau dinyatakan siap menjalani pernikahan. 
Lantas, bagaimana angka dispensasi nikah pada anak selama Pandemi Covid-19 di Surabaya? 

Perihal tersebut, Panitera Pengadilan Agama (PA) Surabaya Abdus Syakur mengatakan, pihaknya tak hanya menerima perkara perceraian saja. PA Surabaya juga menerima permintaan dispensasi nikah atau pemberian hak kepada seseorang dibawah usia matang untuk menikah.

AYO BACA : 3 Jenis Diet yang Dinilai Manjur Menurunkan Berat Badan

Syakur menjelaskan, ada peningkatan penerimaan dispensasi menikah dalam kurun waktu setahun terakhir. 

"Yang naik itu, dispensasi nikah. Sebelum revisi, yang seharusnya usia 16 tahun, karena dengan adanya revisi Undang-Undang (UU) Perkawinan menjadi 19 tahun," kata Syakur, Rabu (27/1/2021). 

Dalam revisi UU Perkawinan sendiri disebutkan, ada perubahan usia dalam permintaan dispensasi nikah kepada PA. Dalam hal tersebut, Syakur menegaskan ada peningkatan yang cukup signifikan dalam kasus tersebut. 

"Sehingga, yang seharusnya 17 dan 18 tahun itu bisa (menikah), maka harus mengajukan dispensasi nikah. Ini (dispensasi nikah) lonjakan, bisa hampir dikatakan lebih dari 300% dari tahun 2019," sebut Syakur. 

Dia memaparkan, ada ratusan permintaan yang diterima PA Surabaya di tahun 2019. "Dari tahun 2019, yang berjumlah 184 perkara, ditahun 2020 itu ada 406 perkara," tandasnya. 
 

AYO BACA : 7 Cara Alami Menurunkan Berat Badan Secara Permanen

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar