Tegaskan Soal Keamanan Privasi, WhatsApp Pasang Status

  Jumat, 29 Januari 2021   Andres Fatubun
Status WhatsApp pada Jumat (29/1/2021)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Aplikasi WhatsApp memasang status pada Jumat (29/1/2021) pagi tentang kebijakan privasinya. 

Dalam status tersebut WhatsApp menulis
- WhatsApp sekarang membagikan informasi di Status. Di sini Anda dapat mengetahui informasi dan fitur baru
- Satu hal yang tidak baru adalah komitmen kami terhadap privasi Anda.
- WhatsApp tidak dapat membaca atau mendengarkan percakapan pribadi Anda karena percakapan tersebut terenkripsi secara end-to-end.
- Nantikan informasi terbaru lainnya dari kami

Diberitakan sebelumya, WhatsApp mengumumkan kebijakan terbaru terkait privasi dan persyaratan layanan aplikasi. Isinya menyatakan bahwa data pengguna yang ada di WhatsApp wajib tercantum ke aplikasi induknya, Facebook.

Kini WhatsApp telah mengklarifikasi bahwa pembaruan kebijakan ini berlaku untuk pengguna WhatsApp Business, bukan WhatsApp biasa yang digunakan pengguna pada umumnya.

"Penting untuk diketahui bahwa update kebijakan privasi ini adalah mengenai perpesanan dengan bisnis yang memakai WhatsApp API dan WhatsApp Business yang memilih untuk menggunakan Facebook business hosting," jelas WhatsApp dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/1/2021).

Itu artinya, pengguna WhatsApp Business dan API kini dapat menggunakan infrastruktur hosting Facebook untuk melakukan percakapan di aplikasinya. Data akan disimpan di dalam server Facebook, dan WhatsApp Business yang menentukan bagaimana mereka menggunakan atau membagikan informasi itu.

Meski demikian, pengguna WhatsApp juga bisa menentukan apakah mereka mau menggunakan layanan yang disediakan oleh WhatsApp Business atau tidak.

Menurut WhatsApp, kebijakan seperti begini bukan pertama kali diberlakukan. Sejak 2016, platform perpesanan ini telah membagikan sejumlah data terbatas dengan Facebook di ranah back end dengan tujuan untuk kebutuhan infrastruktur.

Dengan demikian, pembaruan kebijakan privasi data tadi tidak mempengaruhi percakapan personal dan privat di luar konteks bisnis itu.

#unistallWhatsApp 
Akibat kebijakan tersebut beberapa kali #unistallWhatsApp ramai di Twitter. Terakhir adalah pada Minggu (24/1).

Banyak warganet yang bertanya-tanya mengapa orang memperbincangkan #uninstalWhatsApp. Namun, warganet yang lain menjelaskan mengenai alasan tagar tersebut yakni masalah privasi.

Belakangan, aplikasi pesan instan WhatsApp memang menjadi perbincangan. Hal ini lantaran rencana perubahan provasi Whatsapp yang akan 'memaksa' penggunanya untuk menyetujui perihal berbagi data dengan induk perusahaannya Facebook.

Awalnya, kebijakan ini akan dijalankan mulai 8 Februari. Namun, pada pekan lalu WhatsApp memutuskan untuk menunda kebijakan ini sampai bulan Mei. Penundaan dianggap jadi langkah yang tepat untuk dapat memberi waktu bagi masyarakt dalam memahami regulasi baru soal privasi dalam WhatsApp.

Dalam tiga bulan kedepan, WhatsApp akan menggunakan waktu tersebut untuk melakukan komunikasi yang lebih intensif soal kebijakan itu. Dengan waktu yang lebih longgar, maka pengguna juga sekaligus memilki waktu yanng lebih leluasa dalam mengkaji persyaratan yang diperbarui.

Sejak pengumuman kebijakan provasi baru ini dikeluarkan pada Kamis (7/1) lalu, para pengguna sudah mengeluhkan kebijakan ini. Mereka berbondong-bondong untuk keluar dari WhatsApp dan menginstal aplikasi pesan lain.  Mereka mulai beralih ke Telegram ataupun Signal. Aplikasi pesan buatan Turki yakni BiP juga mengalami lonjakan pengguna.

Terbaru, Arab Saudi juga akan meluncurkan aplikasi pesan baru bernama PingMe sebagai alternatif pengganti WhatsApp.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar