Ashila Putri, Roadracer Belia Asal Surabaya yang Ingin Taklukan Sentul

  Jumat, 29 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ashila Putri. (Praditya Fauzi Rahman/ayosurabaya.com)

TAMBAKSARI, AYOSURABAYA.COM -- Kecil-kecil cabe rawit, itulah sekilas kiasan yang cocok untuk menggambarkan sosok Ashila Putri.

Siapa yang menyangka, dengan parasnya cantik, mungil, nan pendiam, ada bakat yang terpendam dari wanita yang akrab disapa Ashila tersebut. Namun, sangkaan itu langsung pudar ketika Ashila tengah beraksi di sirkuit Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya mengendarai motor andalannya, Honda CRF 150 yang telah dimodifikasi Supermoto. 

Kepada AyoSurabaya.com, Ashila mengaku baru saja menekuni olaharaga balap sepeeda motor 1.5 lalu atau di awal tahun 2019. Dia mengaku, hobinya mengendarai sepeda motor sejak ia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kesenangannya memacu motor balap itu tanpa ada paksaan dari orangtua dan pihak manapun. 

"Dari saya Sekolah Dasar (SD), udah suka motor sih. Pas SMP, sekitar setahun setengah (1,5 tahun) baru belajar balapan," kata Ashila saat dijumpai AyoSurabaya.com, Jumat (29/1/2021). 

Ashila merasa beruntung lantaran dapat mengaplikasikan kesenangan balapnya sesuai jalur. Ia menegaskan, tak pernah sekalipun mengikuti aksi balap liar atau menjadi joki lintas balap jalanan. Ia mengaku senang orangtuanya mendukung dan mewadahi kegemarannya. Bahkan, orangtuanya pun memasukan Ashila dalam klub resmi di Jawa Timur (Jatim), yakni Bhayangkara Racing Team yang dicetuskan oleh ayahnya Hengky Bayu Firmansyah

Sedangkan ibundanya adalah Farida Aryani anggota kepolisian dengan berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) yang masih aktif dan bertugas di Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya. Tim yang dibesut itu pun adalah tim percontohan untuk sosialisasi safety riding dan mereduksi balap liar yang ada di kota pahlawan. 

Ketika disinggung perihal hobi tak wajar bagi gadis seusianya, Ashila mengaku enjoy. Dia justru enggan berdandan, shopping, atau tampil lebih feminim seperti sebayanya.

Siswi SMPN 7 Surabaya itu justru lebih menikmati tantangan dan hal ekstrem yang dilakoninya kala berada di atas motor. Pedihnya avgas,bisingnya knalpot motor, sudah menjadi bagian dalam hidupnya. Istilah racing line, ngegas, ngebrake, hingga sebutan khas pembalap sudah khatam ia pahami.

Hobinya itu pun tak bertepuk sebelah tangan. Belum setahun melakoni balapan, Ashila sudah memperoleh banyak tawaran endorsement dan tawaran joki balap motor road race.  

AYO BACA : Sutrisno Jual Peti Mati Seharga Rp600.000-800.000, Alamat di Jalan Menur

Ashila pun telah mengikuti beragam ajang bergengsi, mulai dari tingkat lokal hingga nasional. Bahkan, untuk persiapan yang lebih matang, Ashila rutin berlatih di sirkuit GBT Surabaya, 3 kali dalam sepekan. 

"Kalau nama perlombaannya lupa, mungkin saking banyaknya. Tapi yang pasti saya pernah ikut lomba lokal antar kota, sama nasional. Biasa sama orangtua kalau lomba kemana-mana," lanjutnya sembari menunjukan foto saat mengikuti balapan di akun Instagramnya. 

Kendati demikian, rider srikandi yang mengidolakan rider Farudillah Adam dan Lewis Cornish merupakan sosok yang rendah hati. Ia tak begitu membangga-banggakan kemahirannya kepada sebayanya. Pun dengan koleksi motor yang dimilikinya. Dalam rutinitas sehari-hari, ia tampil apa adanya dan membuka obrolan sesuai porsinya. Tapi, ia lebih maskulin dibanding rekan sebayanya. 

Selama mengikuti pertandingan dan latihan, Ashila mengalami jatuh bangun di awal. Bahkan, ia pernah mengalami patah tulang pada pergelangan tangan kanannya. Lalu, memutuskan rehat sejenak. 

"Pernah patah tulang, tangan kanan saya. Waktu itu jatuh pas lagi cornering (menikung)," pungkasnya lalu menunjukan bekas cideranya. 

Ashila tak kapok. Saat pulih, ia kembali berlatih road race dan mengikuti beberapa ajang balap lagi. 

Namun, perempuan berusia 14 tahun itu mengaku masih belum puas dengan pencapaiannya kini. Ada harapan yang masih beluk tercapai, yakni melintas di sirkuit Sentul.

Ia menyebut "Bukan pembalap kalau belum main disana (Sentul)". Maka dari itu, ia semakin menggebu-gebu dalam berlatih dan mempersiapkan mental. 

"Yang paling saya pengen itu balapan bareng idola saya, balapan di sirkutit sentul, asyik kali yaa," tutupnya dengan nada centil.
 

AYO BACA : Pengrajin Mebel Asal Surabaya Banjir Orderan Peti Jenazah selama Pandemi Covid-19

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar