Kisah Pembuat Peti Mati di Surabaya yang Kerap Didatangi Sosok Wanita

  Jumat, 29 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Karyawan produsen mebel dan peti jenazah, Joni menunjukan lokasi penampakan sosok wanita di tempatnya bekerja, Jalan Raya Menur nomor 117 Surabaya, Jatim. Jumat (29/1/2021).

SUKOLILO, AYOSURABAYA.COM -- Dibalik kegiatan membuat mebel dan peti mati, pemilik usaha dan sekelompok karyawannya mengaku sering didatangi sosok wanita dan bayangan-bayangan tak kasat mata. 

Sutrisno, pemilik usaha mebel di Jalan Raya Menur nomor 117 mengaku kerap mengalami kejadian mistis. Suatu ketika, sosok bayangan putih dibalik bedeng melintas. Sutrisno abai, ia menganggap hanya halusinasinya saja. 

Lambat laun, hal serupa kerap dialami. Terlebih ketika ia sedang berada di gudang penyimpanan kayu, yang letaknya berada dibalik ruang produksi. Ia justru terkejut dengan sosok yang dianggapnya sangat jelas, begitu menyeramkan. 

"Pernah diketoki mas, gede, motone abang, tapi rupone gak jelas, nak gudang sing tengah karo mburi kono (Pernah dihantui, besar, matanya merah, tapi wajahnya tidak jelas, di gudang yang tengah dan belakang sana)," kata Sutrisno, lalu menunjuk ke arah gudang penyimpanan sisi utara dan timur. Jumat (29/1/2021). 

Slogan "Maju tak gentar" lantas Sutrisno pegang teguh. Ia nekat dan memberanikan diri hingga kini. Pasalnya, tak ada lokasi penyimpanan lain yang bisa digunakan agar kayu dan mebel buatannya terhindar dari terik matahari serta guyuran hujan. 

Ia pun mencoba untuk menguatkan karyawannya agar tak takut bila mengalami hal serupa seperti dia. Sebab, para karyawannya justru lebih sering mengalami hal yang sama, beraneka ragam sosok diakui sering dijumpai para pegawainya. 

"Lek arek-arek jarene wes sering, masiyo isuk, awan, sore, bengi (Kalau anak-anak katanya sudah sering, meskipun pagi, siang, sore, malam)," sambung pria asal Lamongan, Jawa Timur itu. 

Selaras dengan Sutrisno, pegawainya bernama Joni mengaku kerap digentayangi sosok wanita dan pria bertubuh besar. Sesekali, ia kerap diganggu saat meletakkan kayu atau peti jenazah yang mulai digeluti sejak bulan Ramadhan 1441 Hijriyah lalu. 

AYO BACA : Sutrisno Jual Peti Mati Seharga Rp600.000-800.000, Alamat di Jalan Menur

"Nggih sampun sering mas, wes biasa. Sakjane yo wedi, tapi piye maneh. Wong kulo kalih lare-lare menawi bade nyalap peti nggih ten gudang, menawi disalap njawi nggih kudanan, kepanasan (Ya sudah sering, Mas, sudah biasa. Sebenarnya ya takut, tapi bagaimana lagi. Kan saya sama teman-teman kalau mau menaruh peti jenazah kan ya di gudang, kalau ditaruh luar ya kehujanan, kepanasan)," pungkas dia. 

Pria asal Kediri itu menuturkan rekan seperjuangannya juga sering dihantui sosok wanita. Bahkan, ketika hendak memberikan makan pada ayam jago di gudang belakang, ada sosok wanita bertubuh besar dengan mata menyala. Sontak, rekannya pun berteriak. Begitu pula dengan ayam-ayam peliharannya yang 'kemriyek' ramainya. 

Ketika dihampiri ramai-ramai pun, lanjut Joni, seolah hantu tak segan. Ada saja sosok yang menunjukan jati dirinya. 

"Pitik-pitik sampek kluruk kabeh mas, gedibakan kabeh pas onok sing ngetoki (ayam-ayam sampai berkokok semua, Mas, lonjak-lonjak semua pas ada yang menghantui)," akunya. 

Meski demikian, Joni dan kawan-kawan mengaku sudah terbiasa. Seakan menjadi rutinitas harian mereka di kala menggarap pesanan peti jenazah dan mebel para pelanggannya. 

Seolah enggan merasakan sendiri, Joni lantas mengajak penulis menghampiri beberapa titik yang kerap didatangi sosok misterius. Penulis pun berusaha memberanikan diri masuk lebih dalam, melihat, mengamati, dan mengambil gambar di beberapa titik yang Joni maksud. 

Meski tak dijumpai sosok seperti yang disampaikan Joni, penulis sempat merasa merinding. Terlebih saat memandangi rawa-rawa yang letaknya berada di sisi selatan gudang tempat pemeliharaan ayam kala itu. 

"Sampeyan dereng kulinan, ngkok lek sering nak kene lak diajak kenalan (Anda belum terbiasa, nanti kalau sudah sering kesini pasti diajak kenalan)," canda Joni lalu menunjuk ke titik yang kerap ia jumpai sosok wanita berpakaian putih.

 

AYO BACA : Pengrajin Mebel Asal Surabaya Banjir Orderan Peti Jenazah selama Pandemi Covid-19

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar