Agar Jalur Tol Surabaya-Gempol yang Longsor Normal Lagi, Ini Kata Pakar ITS

  Sabtu, 30 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Lokasi tol yang longsor. (Ayosurabaya.com/Praditya Fauzi Rahman)

MULYOREJO, AYOSURABAYA.COM -- Longsornya Tol Surabaya-Gempol pada kilometer 6+200 pada Senin (25/1/2021) lalu mengakibatkan jalan harus ditutup. Untuk sementara waktu, polisi dan Jasa Marga berupaya mengalihkan arus lalu lintas (lalin) ke sejumlah titik, terutama pada kendaraan bertonase besar seperti truk dan trailer. 

Koordinator Laboratorium Mekanika Tanah dan Batuan Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Gani mengatakan, pihaknya mendapati sejumlah hal usai mendatangi lokasi longsor tersebut.

“Setelah saya turun langsung ke lapangan, ternyata retakannya ada genangan air,” kata Gani kepada melalui keterangan tertulis yang diterima AyoSurabaya.com, Sabtu (30/1/2021). 

Gani menambahkan, air pada retakan akhirnya dialihkan dan dialirkan ke saluran air terdekat. Untuk mencegah terjadinya longsoran lagi. Gani menyarankan untuk dilakukan pembersihan serta pengangkutan material longsor. 

“Kami sarankan melakukan pemotongan sisa material longsornya,” kata dia. 

Gani menjelaskan, tim ITS juga merekomendasikan tes sondir pada daerah terjadinya longsor. Tujuannya, untuk mengetahui keras atau lunaknya tanah yang berada pada area tersebut. 

Berdasarkan hasil tes sondir yang telah dilakukan pihaknya, lanjut Gani, pada kedalaman lima meter dari permukaan tanah asli, ditemukan tanah keras. 

“Hasil tes menunjukkan, timbunan berada pada kondisi aman,” kata Gani. 

Pria asal Mojokerto, Jatim, itu menyarankan agar dibuatkan penahan sementara di sebagian sisi jalan yang mengalami kerusakan akibat longsor, agar lalin bisa kembali normal. 

Menurutnya, penahan sementara yang diberikan berupa pengurukan tanah di area sekitar aspal dan pemasangan sheet pile. Penahan tersebut disarankan agar segera dibuat guna menjaga kestabilan lereng, yang menurut Gani aman untuk dilewati kendaraan berat. 

Berdasarkan data yang ia rekomendasikan, demi kelancaran dan keamanan pengguna jalan, pada ruas jalan yang tol yang rusak dilakukan pembagian lajur. Ia menjelaskan, pada lajur dua dilalui kendaraan golongan satu saja, seperti truk kecil, sedan, dan jip. 

Namun, untuk kendaraan diatas golongan satu seperti truk dan trailer, akan dikhususkan untuk menggunakan lajur tiga. 

“Diharapkan, proses pekerjaan dan perbaikan jalan ini bisa berjalan lancar agar jalan tol tersebut bisa dilalui aman dan lancar,” tutur dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar