Usai Terima Vaksinasi, Nakes Merasa Senang karena Lebih Terproteksi

  Minggu, 31 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi. (Pixabay )

RUNGKUT, AYOSURABAYA -- Ribuan tenaga kesehatan memadati area luar dan dalam Graha Yayasan Kas Pembangunan (YKP) yang berada di Jalan Medokan Asri Utara No.39, Kecamatan Rungkut, Surabaya pada Minggu (31/1/2021) pagi hingga siang ini. 

Penerima vaksin hari ini merupakan nakes yang tidak memperoleh e-ticket dari sistem yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan.

Secara mekanismenya, para nakes diharuskan menunjukkan tiga syarat, mulai dari surat tugas dari instansi, KTP, hingga Surat Tanda Registrasi (STR). Bila semua syarat rampung, para penerima vaksin diperbolehkan menjalani skrining kesehatan pada meja dua Graha YKP. Bila dinyatakan lolos tes kesehatan, maka para nakes baru boleh melakoni penyuntikan vaksin tahap pertama itu di meja ketiga yang telah dijaga oleh tenaga vaksinator. 

Usai vaksin, para nakes lantas dilakukan observasi di meja empat. Observasi itu bertujuan apabila terdapat gejala yang dirasa membahayakan atau darurat, maka pasien akan langsung dirawat di mini ICU yang telah tersedia. 

Lalu, bagaimana tanggapan dari para nakes yang usai menjalani vaksinasi? 

Salah satunya adalah drg. Imelda Christina. Ia mengaku senang telah menjalani vaksinasi tahap pertama itu.
 
“Ya senang, sudah dapat vaksin. Jadi, lebih terproteksi,” beber Imelda. 

Kepada awak media, Imelda mengungkapkan vaksinasi memang penting untuk memerangi persebaran virus Covid-19. Terlebih, ia sebagai nakes yang menjadi garda terdepan kerap melayani beragam jenis pasien tanpa mengetahui rekam jejak medis pasien lebih detil sebelumnya. 

Ia berharap, vaksin asal Tiongkok itu mampu memutus mata rantai persebaran virus Covid-19 di Indonesia.
 
“Ini (vaksin) penting, karena kita tenaga medis kan gatau pasien kita sehat atau tidak. Harapannya, semua warga Indonesia bisa ikut vaksin,” sambung wanita yang akrab disapa Imelda itu. 

Imelda mengungkapkan, ia menjadi salah satu pasien vaksinasi kendati tak memperoleh SMS blast dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) untuk vaksin. Malah, ia memperoleh pemberitahuan dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).
 
“Saya dapat (pemberitahuan vaksinasi) dari PDGI, gak dapat langsung dari pusat," tandasnya. 

Terkait alurnya, Imelda memenuhi persyaratan seperti yang diwajibkan seperti regulasi yang dibesut Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim. 

"Tadi, disuruh bawa surat pemberitahuan dari PDGI, formulir yang harus diisi, dan STR,” papar dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar