Bejat, OS Warga Sidoarjo Jual 36 Anak Berusia 14-16 Tahun sebagai Pekerja Seks

  Senin, 01 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
OS, mucikari dan penyedia jasa prostitusi dibawah umur dihadirkan beserta bsrang bukti saat press release di ruang Bidhumas Polda Jatim, Senin (1/2/2021).

GAYUNGAN, AYOSURABAYA.COM -- Salah seorang warga Sidoarjo berinisial OS hanya pasrah saat digelandang ke ruang Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur (Bidhumas Polda Jatim). 

Pasalnya aksi OS dalam menyediakan layanan 'esek-esek' anak di bawah umur di Kota Mojokerto terbongkar. OS mengakui bila menjadi penjembatan atau muncikari antara korban dengan para pria hidung belang. 

OS menjelaskan, dalam melancarkan aksinya ia kerap memasarkan para korban melalui media sosial Facebook. Lambat laun, aksinya terendus Subdit V Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim. 

AYO BACA : BMKG: Februari 2021, Waspada Cuaca di Jatim Berintensitas Tinggi

Terkait kasus prostitusi itu, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo mengungkapkan, OS ditangkap para personelnya di kawasan Kranggan, Kota Mojokerto, Jatim pada Jumat (29/1/2021) lalu. 

"Korbannya banyak, ada 36 anak. Usianya mulai 14 sampai 16 tahun, masih duduk di bangku SMP dan SMA," kata Slamet, Senin (1/2/2021). 

Slamet menjelaskan, dalam melancarkan aksinya, modus yang digunakannya adalah menyediakan tempat layanan sewa kos harian. Dalam pengakuan OS, tempat itu untuk melancarkan bisnis prostitusi daring dengan korban anak di bawah umur tersebut. 

AYO BACA : Artis Soraya Abdullah Meninggal Dunia, Umi Pipik Sebut Karena Covid-19

OS mengaku, ia tak melakukan aksinya seorang diri, melainkan dibantu sejumlah anak di bawah umur. Slamet menegaskan, OS bersama para rekannya yang dibawah umur bertindak selaku "reseller". Reseller yang ia maksud yakni mencari korban untuk dipromosikan melalui media sosial Whatsapp dan Facebook. 

"Itu (Reseller), diminta membuat akun Whatsapp dan Facebook. Di Facebook, (pelanggan) bergabung di grup Facebook bernama 'Info Kos Kontrakan Mojokerto, Ngoro dan Pasuruan' dan 'Info Kos dan Kontrakan area Mojokerto', tujuannya mencari pelanggan," lanjut polisi dengan satu bintang dipundaknya itu. 

Mirisnya, praktik prostitusi itu sudah berjalan beberapa tahun lalu. OS mengakui, 2 tahun sudah ia menjalankan bisnis haram itu. 

Akibat ulahnya itu, OS dikenakan Pasal 27 ayat 1 juncto 45 ayat 1 Undang-Unsang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tentang prostitusi daring dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

OS, mucikari dan penyedia jasa prostitusi dibawah umur dihadirkan beserta bsrang bukti saat press release di ruang Bidhumas Polda Jatim, Senin (1/2/2021).

AYO BACA : Puting Beliung Blitar, Seorang Warga Tertimpa Beton Rumah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar