OS Gunakan Facebook untuk Sewakan Gadis Dibawah Umur

  Senin, 01 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ditreskrimsus Polda Jatim menggelar kasus prostitusi online. (Praditya Fauzi Rahman/ayosurabaya.com)

GAYUNGAN, AYOSURABAYA.COM -- Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, mengatakan, tersangka mucikari prostitusi anak dibawah umur, OS ditangkap personelnya saat akan melakukan transaksi dengan korban dan pelanggannya di kos abal-abal. 

Slamet menjelaskan, OS diringkus Subdit V Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim beserta barang bukti berupa 4 buah ponsel dan uang senilai Rp 1.3 juta dari saksi korban berinisial Mawar. 

Lantas, bagaimana OS melancarkan bisnis haramnya yang melibatkan sejumlah perempuan dibawah umur itu? 

AYO BACA : Bejat, OS Warga Sidoarjo Jual 36 Anak Berusia 14-16 Tahun sebagai Pekerja Seks

Kepada awak media, OS mengaku sudah melancarkan aksinya melalui media sosial WhatsApp dan Facebook sedari 2 tahun silam.

Agar aksinya tak diketahui publik, ia menggunakan sandi khusus dalam grub yang telah dia bentuk. Bisa sudah ada persetujuan atau ada calon penyewa yang berminat melalui Facebook, transaksi pembayaran akan dialihkan ke media sosial Whatsapp. 

"Setelah itu, dia (OS) yang mempunyai kos harian menyewakan setiap kamar, tarifnya Rp 50.000,00," beber Slamet kepada awak media sembari menunjukan barang bukti, Senin (1/2/2021). 

AYO BACA : PPKM: Jalan Darmo, Tunjungan, dan Mayjend Sungkono Akan Ditutup

Kepada penyidik, OS mengaku berupaya mengelabui petugas dengan menggunakan nama samaran, seperti 'Daftar Harga Wisata Rumah Nobita'. Didalamnya, dikemas dengan nama paket animasi kartun, yakni Shizuka, Suneo, Giant, Doraemon, hingga Nobita. 

Untuk setiap pelanggan, OS memberikan tarif beragam, mulai dari Rp250 hingga Rp600 ribu. Berdasarkan pengakuan OS, anak-anak di bawah umur dipatoknya lebih mahal, hingga jutaan rupiah. 

"OS pernah menjual wanita panggilan, usianya masih pelajar, kelas 8 SMP tarif Rp1,3 juta," lanjut dia. 

Kepada awak media, OS mengaku tak jarang ada korban yang justru menawarkan diri. OS mengaku, ada beberapa perempuan korbannya malah menawarkan jasa prostitusi kepada dia. 

"Ada yang datang sendiri, menawarkan ke saya, alasannya pernah jadi wanita panggilan sebelumnya. Saya cuma dapat Rp 50.000 dari sewa kamar," aku OS sambil menunduk. 

Kendati demikian, perbuatan OS tak dibenarkan dimata hukum. OS pun dijerat Pasal 27 ayat 1 juncto 45 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tentang prostitusi daring dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

AYO BACA : Artis Soraya Abdullah Meninggal Dunia, Umi Pipik Sebut Karena Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar