Akibat Hujan Deras Senin Malam, 4 Kecamatan di Jombang Diterjang Banjir

  Selasa, 02 Februari 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi banjir .

JOMBANG, AYOSURABAYA.COM -- Hujan deras pada Senin (1/2) malam mengakibatkan tiga sungai meluap dan merendam permukiman warga di empat kecamatan Kabupaten Jombang.

Empat kecamatan yang terendam banjir yakni Wonosalam, Bareng, Mojowarno dan Mojoagung.

Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Jombang, Stevie Maria, mengatakan kondisi banjir terparah berada di Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung.

"Titik terdalam pada 2,75 meter. Penyebabnya karena curah hujan yang tinggi di bagian hulu sehingga debit air sangat besar dan kebetulan di daerah hulu membawa material yang banyak sehingga kawasan hilir cukup parah," kata Stevie, Selasa (2/1/2021).

Sementara itu, Camat Bareng Usman menjelaskan akibat banjir yang merendam wilayahnya mengakibatkan dam jembatan jebol dan beberapa rumah mengalami kerusakan.

"Banjir di Kecamatan Bareng berawal dari Desa Pakel. Di sana hanya longsor yang namanya Desa Ngampungan hanya jembatan yang tersumbat material dan sudah aman," ungkapnya.

"Kita ke Desa Bareng di sana dam besar itu habis terkikis air sehingga air meluap ke Desa Banjarsari. Jembatan yang mengarah ke Banjarsari tersumbat material. Sementara di Desa Banjaragung, itu ada jembatan kecil yang rusak terkikis air dan beberapa rumah warga tergenang air dan Alhamdulilah warga sudah kembali ke rumah. Data riil masih didata," pungkasnya.

Februari Cuaca Jatim Berintesitas Tinggi
Diberitakan sebelumnya, Kepala Sie Data dan Informasi BMKG Juanda, Teguh Tri Susanto, mengatakan memasuki awal bulan Februari 2021, kondisi cuaca di Jatim berintensitas tinggi. Menurutnya, selama Februari, curah hujan mengalami puncaknya dan semakin intens. 

AYO BACA : Daftar Wilayah Jatim yang Akan Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang awal Februari

Terkait potensi bencana dari efek hujan sendiri, Teguh mewanti-wanti agar diwaspadai.

“Memang ada gangguan, daerah low pressure di Selatan Indonesia yang cukup banyak, memanjang sampai Timur Indonesia,” beber Teguh, Senin (1/2/2021). 

Selain hujan, embusan angin juga semakin kencang. Berdasarkan data yang ia miliki, hal tersebut terjadi sekitar 3 hingga 4 hari terakhir. 

Kendati mengimbau waspada, Teguh menggaris bawahi agar masyarakat agar tak usah khawatir. Pasalnya, Teguh menegaskan angin kencang tak akan berlangsung berkepanjangan. 

“Ini hanya periodik saja, antara 3 sampai 7 hari," sambungnya saat dikonfirmasi. 

"Nanti, kondisi (angin) akan kembali normal,” timpalnya. 

Meskipun demikian, Teguh mengimbau kepada khalayak agar tetap berhati-hati dengan kondisi cuaca saat ini. Terutama, terhadap dampak hujan.

“Tetap waspada dan hati-hati ya,” pinta dia. 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar