Tanda-tanda Munculnya Angin Puting Beliung

  Selasa, 02 Februari 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi angin puting beliung. (pixel1 dari Pixabay )

BLITAR, AYOSURABAYA.COM -- Empat warga Desa Ringinanom di Kabupaten Blitar menjadi korban terjangan puting beliung, Minggu (31/01/2021). Mereka tertimpa atap rumah yang porak poranda.

Menurut salah seorang warga setempat, puting beliung tersebut datang bersamaan dengan hujan deras di Desa Ringinanom.

Angin puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam yang bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum 5 menit.

Kepala Stasiun Meteorologi Citeko, Kabupaten Bogor, Asep Firman Ilahi, menerangkan bahwa tanda-tanda akan terjadinya angin puting beliung dapat dikenali dengan cuaca panas menyengat yang dirasakan pada pagi hari di saat musim pancaroba.

"Secara awam yang dirasakan masyarakat adanya pemanasan yang intensif pada pagi hari hingga menjelang pukul dua siang, biasanya panasnya panas yang terasa menyengat dan lembab yang beda dengan panas di musim kemarau yang panasnya terasa kering," jelas Asep beberapa wakutu lalu.

Pada saat udara panas yang tak biasa itu, kata Asep, akan dibarengi pembentukan awan Cumulus (awan putih berlapis-lapis). Pada tahap ini, langit terlihat mendung dan hembusan angin akan terasa lebih kencang daripada biasanya.

AYO BACA : Puting Beliung Blitar, Seorang Warga Tertimpa Beton Rumah

Kemudian selanjutnya akan terbentuk awan Comulunimbus (Cb) yaitu awan yang secara kasat mata terlihat berwarna hitam.

"Pada saat awan Cb di fase matang, ini paling berbahaya karena semua aktivitas cuaca ekstrem itu akan terjadi mulai dari hujan deras, hujan es dan angin puting beliung," kata Asep. 

Dia mengimbau ketika terjadi hujan deras dari awan Cb agar masyarakat untuk tetap tenang dan berteduh di tempat yang aman. Hindari berteduh di bawah pohon yang menjulang seperti pohon kelapa dan pohon palm, karena bentuk kedua daun pohon tersebut dapat menjadi perantara sambaran petir.  

"Hindari pula menggunakan ponsel dan peralatan elektronik lainnya untuk mencegah lompatan listrik. Untuk lebih aman jangan berkendara di jalan raya yang terdapat pohon-pohon peneduh jalan, karena di Bogor kebanyakan usia pohon tua dan angin kencang dapat kapan saja dapat menumbangkan pohon tersebut," kata Asep.

 

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar