Mengenal Lebih Dalam Virus Nipah, Gejala Hingga Cara Mengatasi Penularannya

  Rabu, 03 Februari 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi - Virus Nipah ini berasal dari inang kelelawar buah dan hingga saat ini telah menyebabkan kematian di antara 40-75 persen orang yang terinfeksi. (Simon Berstecher dari Pixabay )

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Virus Nipah atau NiV adalah virus zoonosis; ditularkan dari hewan ke manusia, dan juga dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi atau langsung antar manusia.

Virus Nipah ini berasal dari inang kelelawar buah dan hingga saat ini telah menyebabkan kematian di antara 40-75 persen orang yang terinfeksi.

Kemunculan Pertama
Virus Nipah pertama kali dikenali pada tahun 1999 saat terjadi wabah di kalangan peternak babi di Malaysia.

Itu juga diakui di Bangladesh pada tahun 2001, dan wabah hampir tahunan telah terjadi di negara itu sejak itu. Penyakit ini juga telah diidentifikasi secara berkala di India bagian timur.

Wilayah lain mungkin berisiko terinfeksi, karena bukti virus telah ditemukan di reservoir alami yang diketahui (spesies kelelawar Pteropus) dan beberapa spesies kelelawar lainnya di sejumlah negara, termasuk Kamboja, Ghana, Indonesia, Madagaskar, Filipina, dan Thailand.

AYO BACA : Cara Dapatkan Token Gratis PLN Februari 2021 lewat WhatsApp, Aplikasi, dan Web

Gejala Virus Nipah
Gejala dari virus Nipah nyaris serupa seperti Covid-19, dikutip dari laman WHO, infeksi NiV pada manusia dapat menimbulkan gejala dan ada juga yang tidak bergejala. 

Dampak paling parah disebutkan bisa berupa infeksi saluran pernapasan akut, kejang, ensefalitis yang fatal, hingga menyebabkan koma dalam waktu 24-48 jam.

Sedangkan untuk gejala umumnya, orang yang terinfeksi virus Niv biasanya akan menunjukkan beberapa gejala sebagai berikut:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Muntah
  • Sakit tenggorokan

Tidak berhenti di situ, ada pula gejala yang tidak umum yang dirasakan orang yang terinfeksi seperti:

  • Pusing
  • Mengantuk
  • Pneumonia atipikal
  • Turunnya kesadaran
  • Tanda-tanda neurologis

Masa Inkubasi
Masa inkubasi atau waktu penularan hingga gejala muncul diyakini antara 4-14 hari, akan tetapi masa inkubasi virus di dalam tubuh berlangsung selama 45 hari.

AYO BACA : #UninstallShopee Kembali Jadi Trending, Apa Sebab?

Infeksi virus Nipah dapat didiagnosis dengan riwayat klinis selama fase akut dan fase penyembuhan penyakit.

Tes utama yang digunakan adalah reaksi berantai polimerase waktu nyata (RT-PCR) dari cairan tubuh dan deteksi antibodi melalui enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA).

Tes lain yang digunakan termasuk uji polymerase chain reaction (PCR), dan isolasi virus dengan kultur sel.

Mengatasi Penularan
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko penularan. Berikut cara mengurangi risiko penularan virus Nipah.

  • Cuci bersih buah dan kupas sebelum dikonsumsi.
  • Buah dengan tanda gigitan kelelawar harus dibuang.
  • Sarung tangan dan pakaian pelindung lainnya harus dipakai saat menangani hewan yang sakit.
  • Sebisa mungkin hindari kontak dengan hewan yang terinfeksi.
  • Cuci tangan secara teratur setelah merawat atau mengunjungi orang yang sakit.

Pengobatan
Diketahui, belum ada obat atau vaksin yang spesifik dapat digunakan untuk menangani infeksi virus nipah.

Apabila ada orang yang teridentifikasi terpapar virus ini maka penanganan yang diberikan bisa berupa pemberian dukungan medis secara intensif.

Terutama untuk menangani gangguan pernapasan dan komplikasi neurologis yang mungkin terjadi.

AYO BACA : Besok akan Dilakukan Pemeliharaan, Ini Daftar Lokasi dan Jam Pemadaman Listrik di Banyuwangi

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar