Jembatan 17 Meter di Jambangan Gresik Runtuh, Warga Harus Memutar 7 Km

  Kamis, 04 Februari 2021   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Jembatan Bogem di Desa Cijunti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta yang ambruk April 2020. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

BLITAR, AYOSURABAYA.COM – Sebuah jembatan dengan panjang 17 meter di Dusun Jambangan, Desa Dawuhan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, runtuh karena tergerus air setelah hujan deras melanda kabupaten tersebut. Dampaknya, warga yang biasanya tinggal menyeberang harus memutar sekira 7 kilometer.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar Achmad Cholik mengemukakan, jembatan itu diperkirakan runtuh karena debit air yang membeludak.

Hujan deras melanda Kabupaten Blitar sejak Rabu (3/2/2021) siang, memicu debit air di sungai mengalir cukup deras.

"Petugas sudah melakukan tanggap bencana mendatangi jembatan roboh tersebut. Polisi juga sudah ke lokasi dan memasang garis polisi," katanya, di Blitar, Rabu.

Jembatan dengan panjang 17 meter dan lebar 5 meter itu terakhir mengalami perbaikan pada 2013.

Jembatan tersebut menghubungkan Dusun Midodaren, Kaliandong, Klangkapan, Desa Dawuhan dan merupakan akses menuju wilayah Dawuhan bagian atas, yang terdapat lebih dari 1.000 kepala keluarga (KK).

Jembatan itu merupakan bangunan milik Pemkab Blitar. Akibat robohnya jembatan tersebut, warga harus memutar sekitar 7 kilometer dengan akses jalan yang cukup susah. Sementara itu, di jalur tersebut jalannya relatif baik dan sudah beraspal.

Achmad Cholik mengatakan, untuk saat ini tindakan yang dilakukan masih pemasangan garis polisi demi mensterilkan area tersebut. Warga tidak diizinkan mendekati lokasi, karena masih berbahaya.

Namun, untuk rencana perbaikan saat ini masih belum ada keputusan lebih lanjut. Pemerintah Kabupaten Blitar masih koordinasi untuk tindak lanjut terkait berbagai hal dengan instansi terkait lainnya. "Biasanya akan dibuatkan jembatan darurat dulu. Dinas PU yang nanti mengatasinya," kata dia.

Pihaknya juga tetap meminta warga waspada terhadap ancaman bencana seperti banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung.

Di Kabupaten Blitar, akhir Januari 2021 terjadi musibah angin kencang, akibatnya banyak pohon tumbang. Beberapa di antaranya ada yang mengenai rumah warga termasuk melukai penghuni rumah. Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir hingga jutaan rupiah.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar