Mengintip Persiapan Imlek di Surabaya saat PPKM Pandemi Covid-19

  Jumat, 05 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Beberapa pengurus Klenteng Coklat Surabaya sedang mencuci patung dewa menjelang perayaan tahun baru Imlek, Jumat (5/2/2021). (Ayosurabaya.com/Praditya Fauzi Rahman)

PABEAN CANTIAN, AYOSURABAYA.COM – Suasana perayaan tahun baru Imlek 2572 Kongzili atau 2021 akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Perayaan Imlek yang jatuh pada 12 Februari 2021 ini dalam suasana pandemi Covid-19.

Ketika AyoSurabaya.com mengunjungi beberapa rumah ibadah kaum Konghucu di kota pahlawan, tak terlihat ada aktivitas untuk mempersiapkan peribadatan. Pemerintah sendiri telah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap ke-2 di Jawa-Bali. Begitu halnya dengan Kota Surabaya.

Hal tersebut pun tampak dipatuhi seluruh kalangan dan elemen masyarakat, terutama bagi warga keturunan Tionghoa yang berada di Surabaya dan hendak merayakan Imlek pada pekan depan.

patunnnng-2

Suasana pembersihan Klenteng Sukhaloka Surabaya, Jumat (5/2/2021). (Ayosurabaya.com/Praditya Fauzi Rahman)

Kendati tak diperbolehkan beribadah secara massal, namun seperti halnya agama lain, para jemaah juga tak tampak mendatangi atau memenuhi tempat persembahyangan yang khas dengan warna merah itu selama pandemi. Hanya saja terlihat aktivitas kecil untuk melakukan pembersihan rutin saja.

Seperti halnya para pengurus Klenteng Coklat yang berada di Jalan Coklat nomor 2, Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantian, Kota Surabaya. Di sana, tak terlihat adanya aktivitas para jamaah untuk melakukan persembahyangan.

Namun, hanya ada sejumlah pengurus klenteng yang tengah membersihkan sejumlah patung dewa yang dalam sehari-harinya digunakan untuk sembahyangan. Pada Jumat (5/2/2021) pagi, tampak beberapa wanita tengah membersihkan sejumlah patung dewa, mulai dari Guanyin, Maitreya, Guan Yu, San Yuan, Xuan Tan Gong, Mazu, hingga Qing Shui Yan.

Ketua Pengurus Tempat Ibadat “Tri Dharma” Yayasan Sukhaloka (Klenteng Coklat), Ida Trilanksanawati mengatakan, pihaknya tidak mengadakan sembahyang massal seperti perayaan Imlek pada tahun-tahun sebelumnya.

“Karena kondisinya seperti ini (pandemi Covid-19), tidak ada ibadah masal, beda sama tahun sebelumnya,” kata Ida kepada AyoSurabaya.com saat ditemui di klenteng Shukaloka tersebut, Jumat (5/2/2021).

Dia dan para anggotanya hanya membersihkan sejumlah patung dewa saja. Menurutnya, kendati tak ada ibadat Imlek, namun pembersihan patung wajib dilakukan untuk menghormati para dewa. “Iya, cuma bersih-bersih saja hari ini,” kata dia.

Ida menegaskan, pihaknya tetap mematuhi peraturan pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan tidak membuat kerumunan. Harapannya, agar angka penularan Covid-19 juga dapat berkurang.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar