Densus 88 Akan Dalami Dugaan Munarman Terlibat Terorisme

  Jumat, 05 Februari 2021   Andres Fatubun
Munarman. [Suara.com/Stephanus Aranditio]

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM -- Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono  mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil kerja Densus 88 Anti Teror terkait dugaan keterlibatan Mantan Sekretaris Umum FPI, Munarman, dengan kelompok teroris. Dugaan muncul setelah nama Munarman disebut dalam sebuah video pengakuan seorang terduga teroris bernama Ahmad Aulia.

"Masih menunggu kerja dari Densus 88," ujar Rusdi saat dikonfirmasi, Jumat (5/2).

AYO BACA : Warga Ngawi Dihebohkan Video Mesum Janda dan Anak yang Disebar Pelaku

Kendati demikian, Rusdi menegaskan, pihak Kepolisian akan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam tindak pidana, termasuk bergabung ke dalam organisasi teroris. Munarman sendiri dikabarkan berada dalam satu majelis dengan Ahmad Aulia yang mengaku telah melakukan baiat untuk setia kepada Daulatul Islam dengan pimpinan Abu Bakar Al Bagdhadi.

"Siapa pun yang terlibat dalam tindak pidana pasti akan dimintakan pertanggung jawaban hukumnya," tegas Rusdi.

AYO BACA : Musik Jadi Haram menurut Islam Jika Ada 3 Unsur Ini

Sementara itu, eks Dewan Pimpinan Daerah FPI Sulawesi Selatan Habib Muchsin Al-Habsyi menegaskan, Ahmad Aulia tidak pernah terdaftar sebagai anggota atau Laskar FPI Makassar maupun di kota atau kabupaten lainnya yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan. Menurutnya, meski yang bersangkutan pernah ikut kegiatan FPI, tapi tidak semerta-merta dia adalah anggota.

"Bahwa yang bersangkutan pernah ikut kegiatan yang dilakukan oleh FPI Makassar, maka tidak secara otomatis saudara AA menjadi anggota FPI," tegas Muchsin dalam pernyataan tertulisnya.

Menurut Muchsin, kala kegiatan taklim rutin FPI yang dilaksanakan pada Sabtu malam adalah acara yang terbuka untuk umum. Sehingga, siapa pun bisa hadir dan ikut salam acara taklim rutin, termasuk Ahmad Aulia. 

Ia juga membantah klaim saudara Ahmad Aulia yang mengaku pernah terjadi baiat dukungan kepada ISIS yang dilakukan di bekas markas daerah laskar FPI. "Saat itu adalah diskusi umum terkait kondisi perpolitikan dunia secara global yang dihadiri 3 orang narasumber, yakni H. Munarman, Ustaz M. Basri (almarhum), dan Ustaz Fauza (almarhum)," ucap Muchsin. 

AYO BACA : 10 Makanan Ini Bikin Kenyang Lebih Lama, Bagus untuk Diet Sehat Alami

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar