Kenali Modus Penipuan Polisi Gadungan Lewat Pesan Facebook, Jangan Asal Percaya!

  Sabtu, 06 Februari 2021   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Seorang polisi gadungan yang ternyata seorang warga Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang ditangkap polisi karena melakukan pemerasan dan menipu warga.

MALANG, AYOSURABAYA.COM – Seorang polisi gadungan yang ternyata seorang warga Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang ditangkap polisi karena melakukan pemerasan dan menipu warga.

Dia adalah Safi’i Umam (24). Modus yang dilakukannya adalah mengaku sebagai polisi dengan mengirim pesan massenger Facebook kepada para korban dengan akun bernama Wiyogo.

Hati-hati, Ini Contoh Pesan Penipuan Kartu Prakerja!

Situs Palsu Prakerja Masih Tersebar di WhatsApp, Awas Penipuan

Kapolsek Poncokusumo, AKP Moh Lutfi mengatakan, pelaku mengaku menjadi anggota Polsek Poncokusumo dengan nama Bripka Jurna Afrianto.

"Dalam pesan (Facebook), pelaku mengirim pesan jika korban masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus narkoba. Jika namanya ingin dihapus, korban harus mengirim uang Rp1 juta agar tak dikejar petugas," kata Lutfi, Sabtu (6/2/2021), seperti diberitakan Republika.co.id.

Bila tidak dituruti, pelaku mengancam bakal menaikkan biaya hapus nama korban.

Bukan Prakerja.vip, Kali Ini Muncul Penipuan Baru Berkedok Kartu Prakerja! Ini Contohnya

Waspada Penipuan Kartu Prakerja, Begini Cara Melaporkannya

Karena takut, korban bernama Muhammad Koifin Hamzah yang juga warga Poncokusumo melapor ke polisi dan membuat laporan.

Polisi yang mendapat laporan kemudian memancing pelaku.

"Jadi biar transaksinya tunai saja biar ketemuan. Saat pelaku muncul dan korban mau memberikan uang, anggota Polsek Poncokusumo langsung mengamankan," ujarnya.

Dia berpesan agar masyarakat tidak mudah percaya dan berhati-hati, bila khawatir lebih baik berkoordinasi terlebih dahulu ke pihak kepolisian.

Waspada, Ini Modus Penipuan Baru Lewat WhatsApp

Modus Penipuan BO Michat, Sudah Masuk Kamar Hotel tapi Ini yang Terjadi

"Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan 1 unit handphone bukti chatting kepada banyak calon korban yang mendapat pesan sama," katanya.

Pelaku dijerat Pasal 45 A Ayat 1 UU No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik atau Pasal 368 Jo Pasal 53 dan atau Pasal 379 a KUHP.

"Ancaman hukumannya 6 tahun penjara," kata dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar