Jika Tanah Wakaf Tak Berfungsi Lagi, Pahala untuk Pewakaf Berhenti?

  Senin, 08 Februari 2021   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Jika Tanah Wakaf Tak Berfungsi Lagi, Pahala untuk Pewakaf Berhenti? (Pixabay)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM – Bagaiamana jika seseorang yang berwakaf tanah, tapi wakafnya tak berfungsi lagi karena bencana atau sebab lainnya, apakah pahalanya tetap mengalir atau tidak?

Dalam tanya jawab seputar zakat di Republika.co.id, bersama Bapak Dr. H. Muhammad Amin Suma, SH, MA, MM, ada seorang yang bertanya perihal harta wakaf tersebut.

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bagaimanakah pahala pewakaf, bila tanah wakaf tidak lagi bisa digunakan atau tidak lagi mempunyai nilai ekonomi, misalnya terkena lumpur lapindo, atau bencana alam lainnya?

Bagaimanakah ukuran pahala pewakaf? Diukur dari fungsional tidaknya harta yang diwakafkan, besar kecilnya harta yang diwakafkan ataukah keikhlasan pewakaf terhadap Allah SWT?

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Andi Saputra, Sidoarjo

Ulama Banyak yang Wafat, Pertanda Kiamat Sudah Dekat?

Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Akan Terhubung lewat Terowongan

Surah Al-Jumu'ah dan Terjemahannya

Jawab:

Waalaikumussalam wr.wb.

Sebelum menjawab pertanyaan Andi, kita simak ulang hadis rasul Allah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abi Hurairah ra: “Apabila anak Adam itu telah mati, maka terputuslah amalnya, kecuali dari tiga hal: 1. Sedekah jariah, yang oleh umummya ulama dimaknai wakaf 2. Ilmu yang bermanfaat [dan dimanfaatkan], 3. Anak saleh/salehah yang mendoakan orang tuanya.”

Dari hadis di atas dapat dipahami, bahwa pahala wakaf akan berakhir, seiring punahnya harta benda wakaf itu sendiri atau tidak lagi mempunyai nilai ekonomis. Misalnya hewan mati, mobil atau kendaraan rusak; atau bahkan gedung hancur.

Surat Yasin Arab dan Terjemahan Bahasa Indonesia

Surat An-Naba Arab dan Terjemahan Bahasa Indonesia

3 Negara dengan Populasi Muslim Terbanyak di Dunia Tahun 2060, Indonesia Tergeser 

Namun, kalau contohnya tanah yang terkena lumpur Lapindo, belum bisa dipastikan kepunahannya. Mengingat tidak tertutup kemungkinan, ke depan bisa memiliki nilai ekonomis. Misalnya tatkala daerah eks lumpur Lapindo itu dibuat area rekreasi syari, lalu dikunjungi wisatawan.

Pandangan ini insyaallah tidak mustahil terjadi. Mengingat banyak orang, terutama yang melewatinya melihat-lihat kondisi Lapindo.

Sebagaimana dikatakan Ibn Qayyim al-Jauziyyah, “Sesungguhnya wakaf itu tidaklah sah [kecuali jika pewakafannya] semata-mata dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT (taqarrub ila Allah) serta dalam rangka mentaati (perintah)-Nya dan menaati (perintah) rasul-Nya.”

Maknanya, menurut hemat Pengasuh, niat ikhlas dalam berwakaf, merupakan pangkal dan tumpuan pahala wakaf itu sendiri; namun kadar sedikit-banyak atau besar-kecilnya nilai harta benda kekayaan wakaf, turut memengaruhi besar-kecilnya pahala yang diterima Wakaf.

4 Cara Mencintai Rasulullah SAW dan Manfaatnya

Alasannya, bukankah amalan salat munfarid (sendirian) dengan berjamaah berbeda pahalanya (1 : 27) menurut Al-hadis? Demikian halnya jumlah pahala zakat, infak dan sedekah. Semakin baik kualitas dan banyak kuantitas seseorang berwakaf, semakin besar pahalanya.

Wallahu a’lam bi-al-shawab.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar