6 Minuman Tradisional Beralkohol dari Indonesia, Ada dari Jatim

  Senin, 08 Februari 2021   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Terdapat banyak minuman beralkohol dari Indonesia yang dibuat secara tradisional. Beberapa di antaranya berasal dari Jawa Timur. (Pixabay)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM – Terdapat sejumlah minuman tradisional yang mengandung alkohol.

Di bawah ini ada 6 minuman beralkohol yang disarikan dari berbagai sumber.

Di luar itu, terdapat banyak minuman tradisional berkandungan alkohol rendah di Tanah Air. Misalnya tuak, bandrek, legen, es tape, dan lain-lain.

Berikut ini 6 minuman beralkohol tradisional Indonesia yang sudah ada sejak zaman dulu:

1. Tuak

Hampir setiap wilayah di Indonesia punya tuak. Salah satunya Lombok. Tuak Lombok dihasilkan dari bunga aren. Di Jawa ada juga tuak Tuban, salah satu daerah pesisir utara Jawa Timur.

Tuak ini dibuat dari bunga aren yang diambil airnya. Butuh waktu semalaman untuk mengolahnya. Mulai dari menunggu sari-sari bunga keluar, hingga airnya mengalir memenuhi cawan atau ember penampung.

Daftar Minuman Tradisional Khas Kediri Jawa Timur tanpa Alkohol

Air yang keluar itulah yang disebut sebagai sari bunga aren. Kemudian, sari bunga aren dicampur akar pohon bujur yang sudah dipotong-potong. Akar bujur memberi efek warna merah muda. Juga berperan meningkatkan kadar alkohol.

Kadar alkohol tuak yang baru jadi berkisar 8 persen. Tuak beralkohol rendah ini kemudian dipindah ke jeriken lalu dilakukan penyulingan agar alkoholnya meningkat.

2. Sopi

Minuman ini merupakan bagian dari kekayaan Flores bagian timur, Indonesia. Sopi dihasilkan dari fermentasi enau atau aren, yang dalam bahasa ilmiah disebut arenga pinnata. Proses pembuatannya memakan waktu cukup panjang.

Air pohon enau atau sageru, dimasukkan ke wadah, dicampur dengan bubuk akar husor. Gunanya, supaya air itu tidak mengental menjadi gula merah. Setelah itu air dimasak hingga keluar uap.

Uap-uap yang jadi air dimasukkan ke bambu. Air itu didiamkan beberapa hari sampai kadar alkoholnya tinggi. Setelah dirasa cukup, air yang sudah menjadi sopi itu dipindahkan ke dalam botol.

Sopi bagi masyarakat Flores layaknya sebuah simbol kebersamaan. Biasanya sopi disajikan dalam momen-momen khusus, ritual, atau upacara daerah. Beberapa keluarga juga menghidangkan sopi untuk tamu-tamunya.

Dalam kultur mereka, sopi dianggap sebagai minuman prestisius.

Ini 2 Waktu Terbaik untuk Minum Kopi agar Khasiatnya Optimal

Minum Air Perasan Jeruk Nipis Tiap Pagi, Bahaya atau Menyehatkan?

Mandi Pagi atau Mandi Sore, Mana yang Lebih Baik dan Sehat?

3. Arak Bali

Minuman ini dipakai untuk keperluan upacara adat dengan ritual tertentu. Sama seperti daerah lain, tujuannya untuk keakraban. Arak dibuat dari fermentasi dari sari kelapa dan buah-buahan.

Kalau tuak memiliki kadar alkohol tak lebih dari belasan persen, arak Bali disinyalir punya kadar lebih tinggi, yakni mencapai 30-50 persen. Dalam takaran yang tak pas, arak bakal memabukkan. Namun, fungsi utama arak bukan untuk membuat orang mabuk.

Umumnya, arak diminum dengan campuran, seperti jus atau sirup supaya rasanya lebih nikmat. Belakangan, arak bali dikonsumsi secara umum pula oleh masyarakat sekitar.

4. Minuman Ballo

Ballo adalah tuak atau araknya orang Sulawesi Selatan. Ballo terbuat dari pohon nipa. Bisa juga dibuat dari beras atau pohon lontar (ballo tala). Masing-masing memiliki nama yang berbeda. Orang zaman dulu percaya, ballo dipakai untuk minuman perjamuan tamu-tamu kerajaan. Namun, makin ke sini, penikmatnya semakin meluas, tak terbatas kalangan. Mulai orang biasa hingga bangsawan gemar menikmati ballo. Kadar alkoholnya mirip tuak dan arak.

Sedang Diet? Jangan Lakukan Hal-hal Sepele yang Bikin Berat Badan Naik Ini!

5 Minuman Segar Ini Bantu Diet Cepat dan Sehat

4 Kebiasaan di Pagi Hari ini Bikin Berat Badan Naik, Diet Bisa Gagal!

5. Swansrai

Ini minuman khas Papua. Ibarat kata tuaknya orang Papua lah. Minuman yang dihasilkan dari fermentasi air pohon kelapa yang sudah tua ini menjadi minuman khas orang Papua. Layaknya tuak dan arak, swansrai memiliki kadar alkohol lumayan tinggi, yakni berkisar 20-30 persen. Swansrai banyak dijumpai di daerah Biak. Swansrai diminum untuk keakraban dan kekeluargaan.

6. Cap Tikus

Pernah dengar minuman cap tikus? Minuman ini merupakan minuman tradisional orang Minahasa. Cap Tikus mengandung alkohol, sama seperti swansrai, tapi lebih tinggi, yakni lebih dari 40 persen.

Memang, kadar alkohol tersebut tergantung dengan teknik penyulingannya. Makin sering disuling dengan baik, kadar alkoholnya makin tinggi. Cap Tikus dibuat dari air nira atau saguer. Mirip seperti sopi yang ada di Flores.

Ingin Diet? 7 Minuman Enak, Segar, dan Alami Ini Ampuh Usir Lemak Perut

Agar Diet Sukses, 4 Hal Ini Jangan Dimakan usai Pukul 4 Sore

Menu Diet Sehat, Rutin Sarapan 2 Telur Bisa Turunkan Berat Badan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar