3 Mahasiswa ITS Raih Penghargaan Nasional, Bikin Presensi untuk Cegah Covid-19

  Senin, 08 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Muhammad Jaelani memamerkan piala yang diperoleh usai menduduki juara ke-2 pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Borneo Scientific Fair 4 yang diadakan UKM PP Lisma Universitas Tanjungpura, Senin (8/2/2021). (Humas ITS Surabaya)

MULYOREJO, AYOSURABAYA.COM – Prestasi Nanak Cito Tetuko, Mohammad Jaelani, dan Egik Ardiatmajaya patut diacungi jempol. Tiga mahasiswa Teknik Instrumentasi, Fakultas Vokasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membuat inovasi di tengah pandemi Covid-19 yang mampu mengharumkan nama kampus, kota, dan keluarganya.

Alat yang diciptakan ketiga mahasiswa tersebut dijuluki Alat Presensi Pintar (Presentar)

Ketiga anggota Tim Insforty itu berinisiatif membuat Presentar untuk mencegah kontak fisik dan meminimalisasi persebaran Covid-19.

Jailani menegaskan, alat tersebut dapat melakukan beberapa pekerjaan manusia dalam sistem akademik, mulai dari dapat mengetahui riwayat perjalanan seseorang, presensi, mendeteksi suhu tubuh, sampai pemberian hand sanitizer otomatis.

Penggagas Presentar itu menyebut ada beberapa inovasi dalam alatnya. Pertama, kata Jailani, menggunakan sistem masked face recognition yang berfungsi agar presensi dapat dilakukan kendati pengguna tak menyentuh benda apapun dan menggunakan masker.

"Sistem itu (masked face recognition) dapat melakukan pengenalan, termasuk pada wajah yang bermasker," kata Jaelani melalui keterangan tertulis yang diperoleh AyoSurabaya.com, Senin (8/2/2021).

Ada 5 tahapan proses pada alat yang dibesut bersama dua rekannya itu, mulai dari  Face Verification Using SVM, Masked Face Detection Using MTCNN, Image Post-processing, Feature Extraction using FaceNet, hingga Multi-Task Cascaded Convolution Neural Network (MTCNN) yang dalam penerapannya menggunakan sistem Facial Image Acquisition.

Dengan sejumlah tahapan itu, wajah seseorang dapat dikenali secara otomatis dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Menurutnya, Presentar juga dilengkapi GPS tracking berbasis IoT (Internet of Things) yang mampu mendeteksi riwayat perjalanan seseorang, Thermal Detector yang berfungsi mengetahui suhu tubuh seseorang, dan hand sanitizer otomatis agar tangan tetap bersih dan higienis.

Harapan dan tujuan ketiganya menciptakan alat itu tak lain untuk meminimalisasi angka positif Covid di Jatim, terutama di Surabaya dan meningkatkan kesterilan seseorang melalu prokes sesuai anjuran pemerintah dan WHO.

“Harapannya, sebelum masuk sekolah, dapat menjamin kesterilan seseorang lewat prokes yang bisa otomatis itu,” katanya.

Jaelani ingin Presentar dapat direalisasikan dan dapat berjalan secara efektif bilamana memungkinkan untuk digunakan pada sistem presensi di era normal baru ke depannya.

“Alat yang kami buat ini sangat cocok untuk diterapkan di sektor pendidikan pada era normal baru. Dengan begitu, sistem Presentar ini mungkin bisa diterapkan di berbagai sektor seperti industri maupun perkantoran,” kata dia.

Mahasiswa angkatan 2018 itu menuturkan, jerih payahnya bersama dua rekannya selama 2 bulan terbayar usai berhasil meraih podium kedua Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Borneo Scientific Fair 4 yang diadakan UKM PP Lisma Universitas Tanjungpura, Januari 2021. Tim bimbingan Brian Raafi’u itu juga mengungguli 10 finalis lainnya yang terseleksi dari 56 paper dalam lingkup nasional.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar