Gubernur dan Kapolda Jatim Persiapkan Ribuan Kampung Tangguh

  Selasa, 09 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Gubernur Jatim Khofifah bersama Bupati Madiun, Kapolda Jatim, dan Pangdam V Brawijaya saat meninjau kampung tangguh. (Humas Pemprov Jatim)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menginstruksikan semua kota dan kabupaten untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, mulai dari lingkungan terkecil yakni di Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di masing-masing kampung. Hal tersebut sesuai dengan Surat Instruksi Kemendagri Nomor 3 Tahun 2021. PPKM mikro akan dilaksanakan sampai 22 Februari 2021. 

"Pelaksanaannya, seluruh kota atau kabupaten, basisnya mikro, RT atau RW," beber Khofifah, Selasa (9/2/2021).  

Khofifah menambahkan, penerapan PPKM mikro di provinsi yang berada di bawah komandonya itu lebih kecil dari desa. Terkait posko, ia menyebut memang berada di desa, akan tetapi penerapannya berbasis RT. 

"Berbasis skala RT, poskonya di desa. Ini terkait update data, reportase dari seluruh dinamika yang ada, di desa atau kelurahan itu," lanjut mantan Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI) itu. 

AYO BACA : Polri Jelaskan Penyebab Meninggalnya Ustaz Maher

Khofifah mengklaim, sedari November 2020 lalu penyebaran Covid-19 di Jatim telah mengalami penurunan. Ia menyebut Jatim sudah menduduki urutan ke -4 penyebaran Covid-19 di Indonesia. 

"Harus menjadi sumber semangat, menurunkan rate of transmition, menurunkan angka kematian, menurunkan positifity rate, hingga menurunkan yang terkonfirmasi positif," tandas dia. 

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Jatim Inspektur Jendral Polisi (Irjen Pol) Nico Afinta, yang turut serta dalam pelaksanaan PPKM mikro telah memetakan zonasi resiko penyebaran Covid-19 secara menyeluruh di setiap RT. 

Data yang diperoleh ayosurabaya.com, dari Polda Jatim menyebut, setidaknya ada 210 RT yang masuk zona merah. Untuk zona oranye mencapai 1.245 RT. Kemudian, 81.730 RT zona hijau dan 10.023 RT zona kuning yang tersebar di 38 kota dan kabupaten. 

AYO BACA : Gubernur Jatim Promosikan Kelezatan Durian Kawuk Asal Madiun

Nico menuturkan, koordinasi dengan pihak kabupaten dan kota dirasa penting penting untuk memerinci data ini secara detil. 

"Karena, zonasi itu sangat detil sekali, setiap hari Selasa, kita selalu mendapat update zonasi di masing-masing Kabupaten atau Kota. Perhari ini, Kabupaten Trenggalek dan Madiun masuk dalam zona merah, namun update malam ini kabupaten itu tak lagi zona merah," jelas Nico kepada awak media, Selasa (8/2/2021). 

Nico menegaskan, pihaknya secara penuh mendukung upaya penekanan angka penyebaran Covid-19 di Jatim dengan menerapkan PPKM Mikro. Mulai dari melakukan upaya pemetaan zonasi di daerah dengan skenario pengendaliannya dan mengoptimalisasi Kampung Tangguh Semeru (KTS) yang telah terbentuk semakin banyak, total 3.449 titik, yang sebelumnya hanya 2.906. 

"Rencana, minggu depan menambah 2.104 KTS, jika dihitung dari jumlah Polres sebanyak 39, dalam 1 minggu akan menambah 50 sampai dengan 100 KTS. Sehingga, dalam 1 minggu akan terbentuk 5.603 KTS di Jatim," kata polisi dengan 2 bintang dipundaknya itu. 

"Berdasarkan informasi, pengalaman dan anev (analisa dan evaluasi), KTS sangat efektif dalam menangani Covid-19. Dalam 100 hari, 3 bulan dari sekarang akan menjadi 7.043 KTS. Kami juga akan memberikan edukasi, karena Jatim berbasis Islam kultural, sehingga kami menindak lanjuti arahan dari bapak Menteri Agama, untuk bekerja sama dalam mensosialisasikan prokes melalui kegiatan agama, khususnya hari Jumat," tutup dia.

 

AYO BACA : Indonesian Idol: Fimela Harus Pulang, Melisa dan Fitri Masuk Voting Terendah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar