Kriteria Zona Hijau, Kuning, dan Merah dalam PPKM Mikro Kota Surabaya

  Rabu, 10 Februari 2021   Andres Fatubun
Petugas sedang melakukan disinfektan untuk mencegah penularan virus Corona. (ayobandung/Kavin Faza)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Pemerintah Kota Surabaya membagi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di tingkat RT dalam tiga zonasi.

Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menjelaskan tiga zona tersebut adalah 

  • Zona Hijau bila nol kasus di satu RT. 
  • Zona Kuning bila ada satu pasien terkonfirmasi Covid-19. Langkah selanjutnya akan dilakukan tracing
  • Zona Merah bila lebih dari dua pasein terkonfirmasi Covid-19. Langkah selanjutnya akan dilakukan tracing dan pemblokiran wilayah 

Pelanggaran PPKM Terbanyak
Diberitakan sebelumnya, 75 persen pelanggaran protokol kesehatan (prokes) selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Surabaya yang berlangsung 11-21 Januari 2021 didominasi warga tidak memakai masker.

"Kemudian, sekitar 15-20 persen ada di kerumunan dan sisanya terkait interaksi," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya Eddy Christijanto.

AYO BACA : PPKM Mikro Kota Surabaya Terbagi dalam 3 Zona

Sedangkan terkait kafe dan restoran, lanjut dia, pelanggaran yang ditemukan adalah terkait dine in atau makan di tempat sekitar 25 persen.

"Jadi masih ada kafe atau restoran yang melebihi dine in 25 persen. Bahkan, ada yang 50 persen dan lebih. Kalau kita temukan di lapangan kita tindak," katanya.

Satpol PP sendiri sudah tercatat warga yang melakukan pelanggaran mencapai 650 orang, Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Surabaya juga mencapai sekitar 600 orang.

"Di kecamatan, laporan terakhir itu juga pelanggar prokes sekitar rata-rata 300-an," kata Eddy.

AYO BACA : Novel Baswedan Angkat Suara soal Meninggalnya Ustaz Maaher di Rumah Tahanan

Berdasarkan catatan itu, Eddy menilai bahwa terkait dengan pemakaian masker, masyarakat masih terlihat abai. Terutama saat berada di kampung-kampung dan fasilitas publik, sedangkan di pusat perbelanjaan atau mal, masyarakat relatif lebih disiplin memakai masker.

"Cuma yang di restoran ini kita juga edukasi agar buka masker saat makan, selesai makan tolong dipakai lagi maskernya. Itu yang sering kita ingatkan kepada mereka. Ketika selesai makan, mereka ngobrol ini tidak pakai masker. Nah ini yang kita ketati juga," katanya.

Untuk itu, lanjut dia, di sisa penerapan PPKM ini, pihaknya akan lebih tegas kepada setiap pengunjung kafe dan restoran yang terlihat melepas masker ketika nongkrong ataupun selesai makan.

"Kemarin masih kita toleransi. Sekarang ini di kafe atau restoran setelah selesai makan mereka wajib pakai masker, kalau tidak ya akan kita akan lakukan penindakan, apapun alasannya," ujarnya.

Tak hanya itu, kata dia, penindakan juga diberikan kepada warga yang tidak menjaga jarak atau mengadakan kerumunan sebab banyak masyarakat yang masih tidak menjaga kerumunan dan tidak menjaga jarak saat beraktivitas.

"Mereka menganggap pakai masker itu selesai, tapi mereka tidak menjaga kerumunan masih berdekatan, jaraknya kurang dari satu meter. Itu yang juga kita tindak," katanya.

AYO BACA : Prakiraan Cuaca Kota Surabaya 10 Februari, Siang Hingga Sore Hujan Disertai Petir

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar