Mengintip Persiapan Imlek di Kapasan Dalam

  Kamis, 11 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Warga dan pengunjung Kampung Kapasan Dalam Surabaya berfoto di depan patung naga, Kamis (11/2/2021). (ayosurabaya/Praditya Fauzi Rahman)

SIMOKERTO, AYOSURABAYA.COM – Suasana di kampung Kapasan Dalam Surabaya relatif sepi dalam perayaan Imlek tahun 2021 ini.

Saat ayosurabaya.com mengunjungi kawasan tersebut, terpampang sejumlah lampion berwarna merah kuning lengkap dengan grafiti khas Tionghoa.

Bendahara Rukun Warga (RW) 8 Kapasan Dalam, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya, Cyandra mengatakan ia dan sejumlah warganya melakukan aktivitas pemasangan lampion dan mural pada malam hari.

AYO BACA : Warga Tionghoa di Kapasan Dalam Surabaya Tanggapi Aturan Imlek saat Pandemi

"Persiapan pasang lampion dan mengadakan hias rumah saja, dengan tema Imlek tahun Kerbau Emas, masangnya pas malam hari," kata Cyandra, Kamis (11/1/2021).

Dia menegaskan, ia dan warganya mengikuti anjuran dari Pemerintah Kota Surabaya tentang aturan Memperingati Tahun Baru Imlek 2572 Kongzi Li'.

Dalam SE itu, Pemkot Surabaya melarang adanya aktivitas pawai, lomba, atau berbagai hal yang mengundang keramaian dengan tujuan menekan angka penyebaran Covid-19 selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

AYO BACA : 7 Cara Menahan Nafsu Makan demi Menurunkan Berat Badan

Dia menceritakan telah membuat hiasan dan ornamen Imlek khusus di kediamannya. Di halaman rumahnya, tepatnya di Jalan Kapasan Dalam 1 nomor 41 Surabaya, ada patung naga yang berdiri kokoh. Ia menyebut patung naga itu setinggi 12 meter dengan lebar 2 meter.

Cyandra menegaskan, hal tersebut hanya untuk menyemarakan Imlek.

"Pengerjaannya di bengkel, sekitar 1.5 bulan, ini dipasang baru 3 hari, biayanya Rp 10 juta lebih," lanjut dia, lalu tersenyum.

Kendati patung itu miliknya pribadi, namun Cyandra mempersilahkan warga maupun pengunjung untuk berfoto disana. Namun, wajib menerapkan protokol kesehatan  yang ketat, mulai dari cuci tangan, jaga jarak, dan menggunakan masker.

Ia mengaku senang lantaran masih bisa merayakan Imlek saat pagebluk. Kendati, hanya memeriahkan bersama keluarga saja.

"Di kampung ini sudah tertib ya terkait Covid-19, jadi ya sudah bisa lah menanggapi Imlek ini dengan bijak. Jadi, ya tidak ada masalah," tutupnya.

AYO BACA : Cara Melangsingkan Tubuh untuk Usia 30-an, 40, dan 50

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar