Data Radar Cuaca, Sriwijaya Air SJ182 Tidak Melewati Awan yang Signifikan

  Kamis, 11 Februari 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi. ( Dimitris Vetsikas dari Pixabay )

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM -- Pesawat Sriwijaya Air nomor registrasi PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021 tidak melintasi awan yang signifikan, yang dapat menimbulkan turbulensi atau pun hujan. 

AYO BACA : KNKT Ungkap Rekaman Detik-detik Terakhir Sriwijaya Air SJ182 Sebelum Jatuh

Temuan tersebut berdasarkan data radar cuaca pukul 14.38 WIB dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

AYO BACA : CVR Sriwijaya Air SJ182 Belum Ditemukan, Diduga Terendam dalam Lumpur

"Pesawat SJ 182 melintasi area dengan nilai dbz atau kurang dari 25 dbz yang rendah yang menandakan bukan area awan yang signifikan," kata Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo dalam konferensi video, Rabu (10/2).

Nurcahyo menjelaskan, pesawat tersebut juga bukan berada di area hujan. Selain itu, pesawat yang diawaki dua pilot dan empat kru tersebut juga tidak melintas di area incloud turbulence.

"Turbulensi terjadi jika di dalam awan yang signifikan," tutur Nurcahyo.

Pesawat yang membawa 56 penumpang tersebut lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 14.36 WIB menuju Bandara Supadio. Flight data recorder (FDR) pesawat tipe Boeing 737-500 tersebut terakhir kali merekam pada pukul 14.40 WIB lewat 10 detik. 

AYO BACA : Cara Melangsingkan Tubuh untuk Usia 30-an, 40, dan 50

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar