Warga Binaan Edarkan Pil Koplo yang Dibungkus Bumbu Pecel

  Kamis, 11 Februari 2021   Andres Fatubun
Tiga warga binaan Rutan Kelas 1 Surabaya yang menyeludupkan pil koplo yang dibungkus dalam bumbu pecel. (Kemenkumham Jatim)

GUBENG, AYOSURABAYA.COM -- Petugas Rutan Kelas 1 Surabaya berhasil mengungkap penyeludupan pil koplo yang dibungkus dalam bumbu pecel.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas 1 Surabaya di Medaeng, Prayogo Mubarak, membenarkan hal tersebut.

Prayogo menuturkan, pil koplo dimasukan dalam bumbu pecel dengan tujuan untuk mengelabui petugas. Namun, aksi itu gagal. Ketiga orang tahanan itu diringkus sebelum barang haram tersebut diedarkan.

Prayogo memaparkan, terbongkarnya modus baru penyelundupan narkotika ke dalam Rutan kelas 1 Surabaya itu bermula dari informasi seorang warga binaan yang dirahasiakan identitasnya.

Tak butuh waktu lama, Prayogo bersama beberapa personelnya menyidak seluruh blok hunian.

“Setelah menerima informasi itu, kami langsung menuju blok C. Disana, ada 3 warga binaan yang melakukan hal mencurigakan,” terang Prayogo, Kamis (11/1/2021).

Dalam sidak itu, Prayogo dan tim mendapati tiga orang binaan, yakni MT (26), MAKR (24), dan AC (25) kepergok sedang membuat bola-bola dari bumbu pecel. Kecurigaan semakin kuat setelah bola-bola bumbu pecel itu dikupas.

Terpisah, Kepala Rutan Medaeng Wahyu Hendrajati Setyo Nugroho mengatakan usai dibekuk beserta barang buktinya, ketiga pelaku langsung diinterogasi.

“Barang itu (pil koplo) dititipkan melalui layanan penitipan barang (drive thru). Sekilas, memang terlihat seperti bumbu pecel pada umumnya. Ketiganya mengaku, baru coba-coba. Lalu, membeli paket bumbu pecel bercampur pil koplo, harganya Rp700 ribu dari seorang pengedar di luar rutan,” jelas Hendrajati.

Pria berusia 37 tahun itu menyebutkan, tiga orang pelaku memiliki peran masing-masing.

Dalam proses penyidikan, MAKR yang divonis 1,5 tahun hukuman badan mengaku sebagai dalang penyelundupan. Sedangkan, AC yang sedang menjalani vonis penjara 2 tahun menjadi subjek atau orang yang identitasnya tercantum dalam kunjungan barang. Lalu, MT yang tengah menjalani kurungan 1 tahun 10 bulan, berperan sebagai pengumpul dana dalam penyelundupan barang haram tersebut.

Pihakanya pun langsung berkoordinasi dengan Polsek Waru, Sidoarjo untuk proses lebih lanjut.

Akibat ulahnya itu, ketiga pelaku langsung ditempatkan pada sel khusus sebagai bentuk hukuman tambahan.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar