Whisnu Jadi Wali Kota Surabaya Cuma Kerja 3 Hari, Apa Saja yang Akan Dilakukan?

  Kamis, 11 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana resmi dilantik menjadi Wali Kota Surabaya definitif oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (12/2/2021). (Humas Pemkot dan Pemprov Surabaya)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana resmi dilantik menjadi Wali Kota Surabaya definitif oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (12/2/2021).

Whisnu mulai menjabat per Kamis (12/2/2021) ini hingga Rabu (17/2/2021). Namun, efektifnya, dia hanya akan bekerja selama 3 hari lantaran dipotong libur Imlek, cuti, dan libur hari Minggu.

Lalu, apa target dan langkah yang akan dilakukan Whisnu? "Tidak ada target khusus, semua berjalan sesuai yang ada," katanya.

Whisnu mengaku akan lebih berkosentrasi menangani pandemi Covid-19 dan membangkitkan ekonomi di kota pahlawan.

"Sebetulnya, dari situasi ini (pandemi), mari kita konsentrasi lebih fokus, banyak yang kita alihkan karena situasi pandemi ini. Membangkitkan ekonomi di bawah, harus kita segerakan, bagaimana kita muter (memutar) ekonomi di bawah bisa kita bangkitkan kembali," katanya.

Whisnu pun tak akan melakukan rotasi pejabat di masa jabatannya ini. "Enggak boleh saya rotasi, enggak aji mumpung. Mosok ape ya ganti kabeh (Tidak aji mumpung, masa mau diganti semua)," katanya, lalu tertawa.

Salah satu langkah penanganan Covid-19 di Kota Surabaya, kata Whisnu, Pemkot dan Forkopimda akan terus tracing selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. "Kita ingin Surabaya bisa betul-betul segera pulih dari pandemi," tuturnya.

Selain itu, Whisnu ingin memunculkan dapur umum di seluruh Kampung Tangguh di Surabaya. Harapannya, seluruh warga yang terdampak dan membutuhkan dapat menerima bantuan makanan.

"Buka dapur umum di kampung tangguh, memberdayakan UMKM di sana. Bagaimana nanti membikin nasi bungkusnya, memberikan makan pada warga dan sebagainya. Agar, ekonomi di bawah semakin bergairah," kata dia.

Ada juga rencana refocusing dana untuk penanganan Covid-19 di Surabaya yang berasal dari beberapa sektor.

"Dana dari kelurahan dan beberapa proyek PU yang memang kita pikir belum strategis dilaksanakan tahun ini, akan kita refocusing. Ini lagi kita inventarisir terus, kemarin ada sekitar Rp300-500 miliar untuk pendanaan. Itu dari PU, tapi nanti ada beberapa desk, coba kita lihat," ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar