Fakta Asam Gelugur yang Dipercaya sebagai Obat Pelangsing

  Jumat, 12 Februari 2021   Andres Fatubun
Garcinia Cambogia atau asam gelugur. (Bishnu Sarangi dari Pixabay )

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Garcinia Cambogia yang dikenal di Indonesia sebagai asam gelugur, kini marak dipercaya sebagai obat pelangsing. Bagi sebagian orang, melangsingkan tubuh merupakan hal yang berat. Berbagai cara telah ditempuh, seperti diet ketat atau mencoba produk tertentu. Tapi sayang, hasilnya tidak sepadan. Jadi benarkah tanaman ini dapat menurunkan berat badan?

Merasa putus asa, akhirnya mereka mencoba pil pelangsing yang diklaim bisa melangsingkan secara instan. Salah satu pil pemangkas lemak yang populer saat ini adalah pil pelangsing yang mengandung garcinia cambogia.

Garcinia cambogia adalah buah tropis yang tumbuh di Asia Tenggara. Buah ini terlihat seperti labu kecil, namun berwarna hijau atau kuning. Ekstrak dari garcinia cambogia kerap digunakan sebagai bahan utama pil pelangsing.

Berat Badan Susut Berkat Garcinia Cambogia?
\nGarcinia cambogia mengandung zat aktif yang bernama hydroxycitric acid (HCA). Zat HCA ini diklaim mampu mendorong pembakaran lemak, mengurangi nafsu makan, dan memblokir enzim yang bisa membuat jaringan lemak di dalam tubuh, yaitu liase sitrat. Namun hingga saat ini, khasiat HCA untuk melangsingkan tubuh masih belum terbukti dengan kuat.

Berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa orang yang mengonsumsi garcinia cambogia hanya berhasil menurunkan bobotnya sekitar 0,9 kilogram lebih banyak dari orang yang tidak mengonsumsinya.

Jumlah penurunan berat badan ini tidak cukup signifikan dan bisa saja terjadi karena efek diet rendah kalori dan olahraga yang dijalani selama program berlangsung.

AYO BACA : 5 Jenis Olahraga yang Cepat Menurunkan Berat Badan

Efek Samping Penggunaannya
\nMeski alami, garcinia cambogia juga memiliki efek samping. Sebuah peringatan telah dikeluarkan oleh FDA sebagai lembaga pengawas makanan dan obat-obatan Amerika Serikat tentang bahaya penggunaan pil pelangsing yang mengandung garcinia cambogia. Menurut kasus yang ditemukan oleh lembaga tersebut, ada pengguna pil pelangsing garcinia cambogia yang mengalami gangguan serius pada organ hati. Meski begitu, garcinia cambogia tidak bisa disalahkan sepenuhnya, karena ada kandungan lain yang mungkin menjadi penyebab gangguan.

Para ahli pun masih memperdebatkan. Ada penelitian yang menyatakan bahwa garcinia cambogia berbahaya untuk organ hati dan ada pula yang mengatakan zat tersebut aman. Kesimpulannya, masih diperlukan penelitian klinis lebih lanjut untuk mengakui khasiat garcinia cambogia terhadap penurunan berat badan.

Selain gangguan organ hati, ada efek samping lain yang mungkin Anda akan rasakan.

    \n
  • Sakit perut atau diare.
  • \n
  • Sakit kepala.
  • \n
  • Mulut kering.
  • \n
  • Pusing.
  • \n

Pemakaian garcinia cambogia sebaiknya dihindari jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan antidepresan, antidiabetes, asma, alergi, anemia, pengencer darah, penurun kolesterol, atau pereda nyeri. Ibu hamil atau menyusui serta penderita gangguan organ hati dan ginjal juga tidak dianjurkan menggunakannya.

Beberapa produk pil pelangsing yang mengandung garcinia cambogia telah terdaftar di BPOM RI. Meski begitu, Anda harus berhati-hati saat mengonsumsinya, meski produk tersebut diklaim menggunakan bahan-bahan alami. Baca tiap petunjuk dan peringatan yang tertera pada kemasan jika Anda berniat melangsingkan tubuh dengan bantuan pil pelangsing atau bisa konsultasikan ke dokter.

Alih-alih menggunakan garcinia cambogia, ingatlah bahwa masih banyak cara yang lebih sehat untuk menurunkan berat badan, seperti menjaga asupan makanan dan rutin berolahraga cukup 30 menit sehari.

AYO BACA : Beragam Cara Diet Tanpa Olahraga untuk Turunkan Berat Badan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar